News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Batik Gemilang, Usaha Batik di Sragen yang Sukses Pasarkan Produk dengan Manfaatkan Platform Online

Penulis: Ifan RiskyAnugera
Editor: Febri Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

USAHA BATIK GEMILANG - Potret kain batik, produk dari Batik Gemilang di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Jumat (16/1/2026). Batik Gemilang sukses pasarkan produknya dengan memanfaatkan platform online.

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, pelaku usaha kini semakin memanfaatkan digitalisasi sebagai strategi utama untuk memasarkan produk. 

Melalui platform digital seperti media sosial, marketplace, dan aplikasi berbasis data, pelaku bisnis mampu menjangkau konsumen lebih luas, meningkatkan daya saing, serta mendorong pertumbuhan penjualan secara efektif dan berkelanjutan.

Batik Gemilang, usaha pakaian batik di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, sukses memasarkan prouduknya dengan memanfaatkan platform online yang ada.

"Kalau Batik Gemilang sendiri saat ini jualnya di Shopee, TikTok, Lazada, Zalora sempat masuk tapi waktu itu ada peraturan baru akhirnya nggak lanjut," kata Aji Gilang Romadhon, pemilik Batik Gemilang, saat ditemui di kediamannya di Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Jumat (16/1/2026).

"Yang paling jalan Shopee sama TikTok," lanjut Gilang.

Awalnya usaha yang sudah berdiri sejak tahun 2022 itu berfokus memasarkan produk pakaian batiknya melalui Facebook.

Namun ,seiring waktu, kata Gilang, pembeli kini lebih banyak menggunakan Shopee dibanding Facebook, meskipun kedua platform tersebut kini bekerja sama.

"Kalau Facebook sekarang menurun ya, kan Shopee sekarang nggandeng Facebook juga kan, jadi otomatis dari pelanggan Facebook pun sekarang udah banyak ya pakai Shopee," ujar pria berusia 28 tahun itu.

Suksesnya memasarkan produk di berbagai marketplace rupanya tak luput dari iklan atau promosi.

Gilang mengatakan jika memasarkan melalui online tapi tak memasang iklan, nantinya akan kesusahan mencari minat pembeli.

Namun, iklan sendiri juga tak selamanya berjalan maksimal hingga sang pemilik usaha mengalami kerugian karena biaya yang dikeluarkan untuk iklan.

Baca juga: Para Perempuan Wukirsari Satukan Gerak Jaga Batik Warisan Leluhur, di Tengah Perjuangan Regenerasi

"Yang penting iklan sih, kalau sekarang nggak iklan nggak dapat traffic."

"Tapi iklan pun belum tentu bisa maksimal juga, bahkan ada istilah boncos," ujarnya. 

Karena tak mau ambil pusing, Gilang pun mewajarkan hal tersebut dan menganggapnya sebagai risiko.

Menurutnya, dalam setiap usaha pasti akan ada naik turun penghasilan yang didapat.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini