News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Nilai Tukar Rupiah

Pagi Ini, Nilai Tukar Rupiah Makin Merosot ke Level Rp16.910 per Dolar AS

Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

NILAI TUKAR - Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di tempat penukaran uang asing di Jakarta. Mengutip data Bloomberg, sekitar pukul 09.16 WIB, rupiah makin turun di level Rp16.910 per dolar AS.

Ringkasan Berita:

  • Rupiah pada Senin (19/1/2025) pagi melemah ke level Rp16.910 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg.
  • Pengamat memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif dan berpotensi melemah hingga Rp16.920, bahkan menuju Rp17.000.
  • Pelemahan dipicu faktor global serta tekanan kelas menengah yang memengaruhi konsumsi domestik.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan awal pekan ini, Senin (19/1/2025) pagi makin tertekan.

Mengutip data Bloomberg, sekitar pukul 09.16 WIB, rupiah makin turun di level Rp16.910 per dolar AS.

Tercatat, rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (15/1/2025), atau sebelum libur panjang pekan kemarin di posisi Rp.16.896 per dolar AS.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi menyampaikan, perdagangan rupiah pada hari ini bergerak fluktuatif yang berpotensi melemah.

Baca juga: Rupiah Melemah ke Rp 16.896 Pada Kamis 15 Januari 2026, Ini Penyebabnya

"Rupiah diperkirakan ditutup melemah direntang Rp 16.890- Rp.16.920," kata Ibrahim.

Ia pun memperkirakan rupiah makin tertekan pada pekan ini, sehingga berpotensi tembus ke level Rp17.000 per dolar AS.

Ia menjelaskan, faktor pelemahan rupiah masih dari eksternal dan internal, yang mana dari luar negeri ada ketegangan Amerika Serikat dan Iran, bersama negara Eropa.

Sedangkan faktor internal, Ibrahim menyampaikan, kelas menengah di Indonesia mengalami kondisi tertekan dan bergerak menuju ke kelompok rentan.

Padahal, konsumsi rumah tangga hingga kini masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional, dengan didominasi oleh kelas menengah.

"Perlunya stimulus yang lebih banyak diberikan kepada kelas menengah untuk menjaga kondisi daya belinya. Sebab, kelas menengah merupakan kelompok yang terhimpit di tengah kondisi gejolak perekonomian, padahal merupakan pondasi pertumbuhan ekonomi," tuturnya.

Mata Uang Asia

Selain rupiah, Baht Thailand mencatat penguatan terbesar yakni 0,51 persen, disusul yen Jepang yang menguat 0,24%, dolar Singapura menguat 0,18%.

Kemudian, yuan China menguat 0,08%, dolar Taiwan menguat 0,08?n ringgit Malaysia menguat 0,03% terhadap dolar AS.

Peso Filipina melemah 0,07%, won Korea melemah 0,05?n dolar Hong Kong melemah 0,009% terhadap dolar AS.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini