“Periode seperti ini menegaskan pentingnya perspektif jangka panjang dan pemahaman risiko. Pasar kripto akan terus bergerak mengikuti arus global, dan ketahanan investor diuji justru saat ketidakpastian meningkat,” tutupnya.
Ia juga mengingatkan volatilitas tinggi kerap memicu perilaku fear of missing out (FOMO).
Oleh karena itu, pelaku pasar dianjurkan tetap disiplin melakukan do your own research (DYOR), memahami risiko, dan tidak membuat keputusan investasi berdasarkan tekanan emosi jangka pendek.
Artikel ini telah tayang di Kontan Harga Bitcoin Anjlok di Bawah US$ 90.000, Tertekan Tensi Geopolitik Global
Baca tanpa iklan