TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Demokrat Marwan Cik Asan, mengingatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.
Demikian disampaikan Marwan usai mengapresiasi Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) yang mengalami pertumbuhan tinggi pada 2025.
Menurutnya, ekonomi rakyat tak boleh sampai jalan di tempat di tengah pertumbuhan tinggi keuangan digital.
"Jangan sampai keuangan digital sudah tumbuh tinggi sekali, tetapi ekonomi rakyat itu jalan di tempat," kata Marwan dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).
Marwan mengapresiasi pertumbuhan IAKD 2025, di mana aset penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) tumbuh Rp652 miliar, serta pengguna menjadi 16,4 juta, nilai transaksi kripto mencapai Rp482 triliun demgan konsumen 20,19 juta.
Namun, Marwan meminta OJK tidak melupakan berbagai macam fungsi ekonomi, khususnya mewujudkan kesejahteraan pada masyarakat.
Sebab, kata Marwan, angka pengangguran di Indonesia masih lebih dari 7 juta.
Bahkan, 30 juta masyarakat tercatat bekerja pada jam yang tidak penuh dan lebih dari 55 persen tenaga kerja Indonesia bekerja pada sektor informal.
Menurutnya, hal tersebut bertolak belakang dengan pertumbuhan pesat IAKD.
"Hampir tiap hari kita mendengar banyak PHK. Puluhan ribu sarjana menganggur, tidak mempunyai pekerjaan," ujarnya.
Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu meminta OJK mengarahkan program, rencana, target, serta indikator kerja yang berdampak pada lapangan pekerjaan di sektor riil.
Marwan berharap pertumbuhan tinggi IAKD bisa memperluas lapangan pekerjaan serta menghidupkan UMKM kita.
"Coba IAKD ini kita arahkan dari studi ini saja dulu, supaya inline dengan visi Bapak tadi untuk pertumbuhan ekonomi. Ini kan jalannya sudah ada," katanya.
Ia mengingatkan, pertumbuhan keuangan digital yang tidak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi rakyat tidak menarik.
Baca tanpa iklan