TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkap ada ketertarikan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Apple, berinvestasi di Indonesia.
Minat Apple terungkap saat penyelenggaraan World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.
Sekretaris Utama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Rudy Salahuddin mengungkap selama penyelenggaraan WEF 2026, terdapat total sebanyak sembilan seminar/diskusi panel di Indonesia Pavilion.
Baca juga: Ditopang Industri Hilir, Purwakarta Masuk 5 Besar Realisasi Investasi di Jabar
"Empat pertemuan pemerintah dengan pemerintah (G-to-G), sembilan pertemuan pemerintah dengan pelaku usaha global (G-to-B), serta puluhan pertemuan antar pelaku usaha (B-to-B),” katanya dikutip dari siaran pers pada Selasa (27/1/2026).
Hasil dari pertemuan one-on-one tersebut antara lain mencakup penandatanganan framework agreement dengan Pemerintah Yordania.
Lalu, pertemuan strategis dengan Pemerintah Swiss dan Pemerintah Bahrain.
Selain itu, ada juga diskusi intensif dilakukan dengan sejumlah perusahaan global.
Ada Apple, Sumitomo, Bosaq, ACWA, dan Embraer. Mereka menegaskan minat dan komitmen terhadap peluang investasi berkualitas di Indonesia.
Sementara itu, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan, menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia di WEF sangat penting.
"Kehadiran Indonesia di WEF merupakan bagian dari orkestrasi nasional untuk menampilkan wajah Indonesia secara utuh, mulai dari kebijakan, stabilitas, hingga peluang investasinya," kata Nurul.
Tak hanya Apple, ada juga perusahan digital Nvidia hingga Amazon Web Service yang tertarik berinvestasi di Indonesia.
Namun, minat tersebut terungkap dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan beberapa pimpinan perusahaan digital asal Amerika Serikat di sela agenda World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss.
Selain Nvidia dan Amazon Web Service, ada Docusign, Crowdstrike, dan Cloudflare yang ikut berdialog terkait potensi investasi di bidang ekonomi digital.
Sebagai perwakilan dunia usaha Indonesia, hadir Nongsa Digital Park selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam.
Pada kesempatan tersebut dibahas mengenai tren ekonomi digital dan potensi pengembangan investasi di Indonesia, khususnya di bidang data center, keamanan siber, hingga infrastruktur digital.
Baca tanpa iklan