News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gejolak Rupiah

Rupiah Menguat Sore Ini ke Level Rp 16.722 per Dolar AS karena Donald Trump

Penulis: Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

NILAI TUKAR RUPIAH - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta.

Pejabat Iran pun memperingatkan akan adanya pembalasan jika AS mengambil tindakan militer.

Ibrahim mengatakan, fokus pasar hari ini adalah keputusan suku bunga The Fed yang akan diumumkan pada Kamis dini hari pukul 02.00 WIB.

"Pasar sepenuhnya telah memperkirakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada kisaran 3,50-3,75 persen pada pertemuannya bulan Januari ini," kata Ibrahim.

Perhatian selanjutnya akan beralih ke konferensi pers Jerome Powell pasca-pertemuan pada pukul 02.30 WIB untuk panduan baru tentang jalur kebijakan moneter.

"Para pedagang saat ini memperkirakan sekitar dua kali pemotongan suku bunga hingga akhir tahun ini," kata Ibrahim.

Faktor Dalam Negeri

Ibrahim mengungkap faktornya adalah pasar yang merespons positif kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait dengan stimulus.

Ada empat program stimulus tahun 2025 yang akan dilanjutkan pada 2026.

Stimulus itu meliputi PPh Final 0,5 persen bagi UMKM hingga 2029, PPh 21 DTP (Ditanggung Pemerintah) untuk pekerja sektor pariwisata, PPh 21 DTP untuk pekerja industri padat karya dan Diskon iuran JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKM (Jaminan Kematian) bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).

Di tengah tekanan harga komoditas dan gejolak global, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) menjalankan peran strategis sebagai peredam guncangan (shock absorber).

Sepanjang 2025, realisasi belanja negara mencapai Rp 3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari APBN), sedangkan pendapatan negara tercatat sebesar Rp 2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari APBN).

Defisit anggaran hingga akhir 2025 tercatat sebesar Rp 695,1 triliun atau 2,92 persen terhadap PDB.

Dana tersebut dialokasikan ke berbagai program seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG), pembinaan program Koperasi Desa (KUD), serta paket stimulus 1 sampai dengan 4 selama tahun 2025.

Faktor berikutnya adalah pasar Surat Berharga Negara (SBN) yang mencatatkan perbaikan kinerja dengan penurunan yield SBN 10 tahun ke level 6,41 persen.

Angka tertsebut turun signifikan dibandingkan posisi akhir tahun 2024 yang sempat berada di atas 7 persen,

Menurut Ibrahim, hal itu mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap tata kelola fiskal Indonesia.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup menguat direntang  Rp 16.670-16.730," kata Ibrahim. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini