"Kami sampaikan secara eksplisit, kami ingin pasar modal yang lebih sehat dan lebih baik," ucap Pandu.
"Kami akan berinvestasi proporsional apabila likuiditasnya nanti menurun," jelasnya.
Pandu menyarankan regulator agar mampu membangun komunikasi yang baik dengan para pemangku kepentingan.
"Jadi balik lagi, you have to be able to have a willingness to listen and react. Jangan melihat ke belakang, melihat ke depan," kata Pandu.
"Mohon maaf ini saya mungkin agak kenceng karena urusan-urusan bahasanya goreng-menggoreng," sambungnya.
Lebih lanjut, Pandu menyerahkan sepenuhnya kepada regulator terkait langkah yang akan diambil.
Menurut dia, informasi yang tersedia sudah memadai dan tidak tepat untuk saling menyalahkan.
“Apa yang dilakukan MSCI sudah pas, tepat. Saya serahkan balik ke regulator," ujar Pandu.
Pada Rabu (28/1/2026), Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan trading halt atau penghentian sementara perdagangan saham.
Tercatat, pada awal perdagangan sesi kedua hari Rabu, IHSG ambruk 8 persen ke posisi 8.261,79 pukul 13:42 WIB.
Pada Kamis pagi ini, BEI kembali memberlakukan trading halt pukul 09.59 WIB setelah IHSG ambles 835,20 poin atau setara 10,04 persen ke level 7.485,35.
Baca tanpa iklan