TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terkoreksi pada Selasa (3/2/2026) pagi, merupakan bagian dari proses normalisasi pasar, terutama penyesuaian portofolio investor.
"Ya kita tunggu aja, itu kan normalisasi. Normalisasi daripada portofolio," ujar Airlangga di Hotel Shangrila, Selasa.
Saat ditanya apakah pelemahan IHSG berkaitan dengan pergantian direksi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Airlangga memilih bungkam. Sementara itu, ketika ditanya mengenai proyeksi pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya, Airlangga menegaskan dirinya tidak ingin berspekulasi.
"Wah ini bukan peramal saham, kita fundamental saja," tegas dia.
IHSG kembali melemah pada perdagangan pagi ini, Selasa (3/2/2026) dan dibuka di level 7.888,77 dan langsung bergerak di zona merah. Per 09.15 WIB, IHSG turun 124,12 poin atau 1,57 persen ke 7.798,61.
IHSG sempat menyentuh level tertinggi di posisi 7.919,67 dan terendah di level 7.712,35. Sebanyak 354 saham melemah, 221 saham menguat, dan 134 saham bergerak stagnan.
Volume transaksi tercatat mencapai 8,53 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,51 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 419.345 kali.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebesar Rp 14.014,69 triliun. IHSG berhasil berbalik arah dan kembali menguat setelah sempat bergerak di zona merah pada awal sesi.
Baca juga: IHSG Pagi Ini Kembali Melemah, Turun 1,57 Persen ke 7.798
Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 11.20 WIB, IHSG berada di level 8.045,07 atau naik 122,34 poin setara 1,54 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pada perdagangan Senin (2/2/2026), IHSG ditutup melemah. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pelemahan tersebut tidak hanya terjadi pada IHSG.
Pejabat Sementara Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan bahwa penurunan juga terjadi pada indeks lain.
IHSG pada Senin sore ditutup di zona merah setelah turun 4,88 persen atau 406,88 poin ke level 7.922,73.
"Kalau kita lihat indeks-indeks di regional juga minus," kata Friderica Widyasari Dewi Pjs Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di gedung BEI, Jakarta, pada Senin.
Baca juga: IHSG Masih Memerah, Purbaya: Mungkin Market Tunggu Ketua OJK Baru
Indeks bursa Asia yang juga mengalami penurunan antara lain milik Korea Selatan, Hong Kong, India, Singapura, serta Tiongkok.
Dia mengatakan, di perdagangan kemaerin investor asing mencatatkan net buy Rp 654,9 miliar. Menurut dia, ini menjadi sinyal positif karena terjadi pembelian dari pihak luar setelah empat hari sebelumnya mencatatkan net sell.
Menurutnya, saham-saham yang turun adalah saham-saham yang selama ini memang harganya sudah tinggi. Saham-saham dengan fundamental kuat justru mencatatkan penguatan yang cukup signifikan.
"Jadi ini satu hal yang positif bahwa investor melihat untuk saham-saham yang fundamentalnya bagus mengalami kenaikan hari ini," ujar Kiki.
Baca tanpa iklan