News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

OJK dan Bursa Efek Indonesia Kembali Temui MSCI Rabu Mendatang

Penulis: Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

OJK DAN BEI TEMUI MSCI - Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik dalam konferensi pers di gedung BEI, Jakarta, Senin (9/2/2026). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI akan kembali melakukan pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI), Rabu, 11 Februari 2026.

Jika belum, BEI bersama SRO akan kembali melakukan penyesuaian terkait dengan kebutuhan yang diperlukan. "Dari situ tentunya nanti kita masing-masing pihak bisa melakukan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan," ucap Jeffrey.

Dua pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk hingga perdagangannya dihentikan sementara karena pengumuman yang dibuat MSCI.

MSCI yang merupakan penyedia indeks global yang menjadi acuan utama investor institusi dunia tersebut, mengumumkan bahwa mereka membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks saham di Indonesia, efektif mulai rebalancing Februari 2026.

Baca juga: Kisruh IPO, OJK Jatuhkan Sanksi Miliaran Rupiah ke Emiten PIPA dan REAL

Pembekuan itu membuat tidak akan ada penambahan saham baru (Additions) atau promosi (Small to Standard) untuk emiten Indonesia pada review periode Februari 2026.

Menurut Tim Riset KISI Sekuritas Indonesia, masalah utama dari keputusan MSCI adalah krisis kepercayaan.

MSCI menyebutkan investor global tidak percaya pada data kepemilikan saham, baik punya KSEI maupun BEI.

Ini lantaran terdapat masalah terkait struktur kepemilikan yang buram (opacity) dan dugaan manipulasi harga terkoordinasi (coordinated trading behavior).

“Secara sederhana market kita dianggap terlalu banyak "gorengan" dan data free float-nya tidak mencerminkan realita,” kata Tim Riset KISI Sekuritas Indonesia.

Jika sampai Mei 2026 tidak ada perbaikan transparansi yang signifikan, MSCI pun mengancam akan mengurangi bobot (weighting) seluruh saham Indonesia dan menurunkan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini