Ringkasan Berita:
- Total angkutan barang Januari 2026 mencapai 1,1 juta ton, dengan 53 persen batu bara dan 47% non batu bara.
- Segmen non batu bara tumbuh positif: kontainer naik 44%, kurir 35%, dan limbah B3 57% dibanding Januari 2025.
- Diversifikasi layanan dinilai menjaga stabilitas kinerja di tengah dinamika industri batu bara global.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - KAI Logistik mencatat total angkutan barang di Januari 2026 sebesar 1,1 juta ton.
Dari jumlah tersebut, sebesar 47?rasal dari segmen angkutan non batu bara, sementara sisanya masih didominasi oleh komoditas batu bara.
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan di awal tahun 2026, perseroan mampu menjaga kinerja pengelolaan angkutan barang secara stabil.
Baca juga: KAI Logistik Buka Layanan Pengiriman Bantuan ke Wilayah Bencana Sumatra Secara Gratis, Ini Syaratnya
"Angkutan batu bara masih mendominasi dengan porsi sekitar 53% atau setara dengan 590 ribu ton,” ujar Yuskal dikutip Kamis (12/2/2026).
Selain batu bara, KAI Logistik juga mencatatkan kinerja pada berbagai segmen lainnya.
Layanan pra dan purna angkutan BBM dan BBK membukukan volume sebesar 266 ribu ton, diikuti angkutan kontainer sebesar 222 ribu ton, angkutan semen 32 ribu ton, angkutan limbah B3 sebesar 594 ton, serta layanan angkutan kurir yang mencapai 6.587 ton.
Yuskal menjelaskan, pada awal tahun ini terdapat penyesuaian kinerja pada segmen batu bara yang selama ini menjadi tulang punggung bisnis perusahaan.
“Kinerja pada segmen batu bara tidak terlepas dari dinamika industri termasuk kebijakan terkait serta fluktuasi harga batu bara global, yang menjadi tantangan tersendiri bagi industri logistik. Meski demikian, peningkatan kinerja pada segmen non batu bara dinilai mampu menjaga stabilitas perusahaan secara keseluruhan. Kontribusi angkutan non batu bara yang mencapai 47% menunjukkan semakin menguatnya portofolio layanan KAI Logistik,” jelasnya.
Baca juga: KAI Logistik Bisa Kirim Hewan Peliharaan Melalui Layanan Kalog Express, Terdapat 225 Service Points
Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sejumlah segmen non batu bara mencatatkan pertumbuhan positif.
Angkutan kontainer meningkat 44%, dari 154 ribu ton pada Januari 2025 menjadi 222 ribu ton pada Januari 2026.
Layanan angkutan kurir atau bisnis ritel tumbuh 35%, dari 4.880 ton menjadi 6.587 ton. Sementara itu, angkutan limbah B3 meningkat sebesar 57%, dari 378 ton menjadi 594 ton.
“Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan serta memperluas cakupan bisnis guna mendukung distribusi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutur Yuskal.
Baca tanpa iklan