Pengamat tata kota Yayat Supriyatna menambahkan, kerusakan jalan saat musim hujan memang lazim terjadi karena air merupakan musuh utama konstruksi aspal. Meski demikian, ia menilai masalah utamanya bukan pada hujan semata, melainkan pada kualitas teknis pembangunan.
Salah satu persoalan yang kerap ditemukan adalah ketebalan aspal yang terlalu tipis. Pengerjaan sering kali hanya mengejar tampilan permukaan yang mulus tanpa memperhatikan standar teknis ketebalan dan sistem drainase.
“Ketebalan aspalnya tipis, yang penting terlihat mulus. Padahal yang paling parah adalah ketika jalan tidak didukung drainase yang baik,” ujarnya.
Baca tanpa iklan