News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sesi Pertama Perdagangan Rabu 4 Maret, IHSG Rontok 4,32 Persen ke Level 7.596

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

IHSG MELEMAH - Pengunjung melihat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta

 

Ringkasan Berita:

  • Sebanyak 63 saham naik, 713 saham turun dan 37 saham stagnan.
  • Seluruh indeks sektoral melemah, mengikuti pelemahan IHSG. 

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 343,19 poin atau 4,32 persen ke 7.596,57 pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Rabu (4/3/2026).

Sebanyak 63 saham naik, 713 saham turun dan 37 saham stagnan.

Seluruh indeks sektoral melemah, mengikuti pelemahan IHSG. 

Baca juga: Sempat Sentuh Level 7.500, IHSG Melemah Sepanjang Rabu Pagi, Ini Kata BEI

Indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor barang baku yang turun 8,03 persen, sektor transportasi turun 6,80 persen dan sektor barang konsumen siklikal yang turun 5,60 persen.

Total volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari ini mencapai 35,07 miliar saham, dengan total nilai Rp 18,10 triliun.

Top gainers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:

1. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) (-1,30 persen)
2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) (-1,59%)
3. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) (-1,72%)

Top losers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:

1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) (-10,26%)
2. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) (-10,16%)
3. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) (-9,74%)

Baca juga: Rabu Pagi, IHSG Melemah ke Level 7.887, Ada 291 Saham Merosot

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan, pergerakan IHSG sejalan dengan pergerakan indeks regional lain yang juga turun tajam, seperti Kospi, SET, Kosdaq, Nikkei, Taiwan TAEIX, ASX. 

“Bursa Korea Selatan sempat mengalami trading halt setelah turun lebih dari 8%,” ujarnya.

Menurut Irvan, kondisi ini merupakan dampak dari eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas. Iran juga menutup selat Hormuz yang menyebabkan kekhawatiran munculnya krisis energi.

“Hal ini sudah tercermin di harga minyak dunia yang meningkat,” paparnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini