News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Stok BBM

Jangan Panik, Pertamina Jamin Stok BBM Tetap Melimpah di Atas 21 Hari

Penulis: Dodi Esvandi
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ANTRE BBM - Warga mengantre Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Jalan Langsep, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (6/3/2026). Konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat membuat Selat Hormuz ditutup sehingga distribusi minyak dunia terganggu. Akibat penutupan Selat Hormuz Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut cadangan BBM di Indonesia cukup untuk 20 hari pasca penutupan tersebut. SURYA/PURWANTO

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menjelang hiruk-pikuk Ramadan dan Idulfitri 2026, PT Pertamina (Persero) memastikan urusan bahan bakar bukan hal yang perlu dikhawatirkan masyarakat. 

Pertamina telah melakukan "perisai" pasokan dengan memperkuat stok BBM dan LPG nasional jauh di atas batas aman.

Sesuai arahan pemerintah, Pertamina menjaga cadangan energi di level 21 hingga 23 hari. 

Bahkan, untuk beberapa produk tertentu, stoknya melimpah hingga 35 hari.

Baca juga: Stok BBM Kritis Akibat Perang Iran, Thailand Tahan Ekspor Minyak

Bukan Habis, Tapi Terus Diisi

Masyarakat seringkali salah paham bahwa stok 21 hari berarti BBM akan habis total setelah periode tersebut. 

Faktanya, angka itu adalah ambang batas pengamanan yang selalu dijaga tetap penuh.

"Selama distribusi berjalan normal, stok ini terus bergerak. Artinya, setiap liter yang keluar langsung diisi kembali agar cadangan tetap di atas level minimum," ujar Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, Jumat (6/32026).

Langkah mitigasi ini menjadi komitmen Pertamina agar rantai pasok energi tidak terputus, terutama di tengah lonjakan konsumsi saat mudik.

Pengawasan "Mata Dewa" Lewat Digital Hub

Rahasia di balik stabilnya pasokan ini terletak pada Pertamina Digital Hub, sistem pengawasan terintegrasi dari hulu hingga hilir. 

Melalui dashboard terpadu, perusahaan dapat memantau pergerakan konsumsi BBM dan LPG di setiap wilayah, memonitor distribusi mobil tangki, hingga stok di SPBU.

Di sektor hulu, operasional dijaga sesuai standar agar target produksi tercapai. 

Sementara di sektor hilir, Pertamina memantau pergerakan kapal pengangkut minyak mentah maupun produk jadi, serta memastikan enam kilang dalam negeri beroperasi optimal.

“Dengan teknologi digital, langkah antisipatif bisa dilakukan lebih dini jika terjadi lonjakan permintaan, cuaca ekstrem, atau dinamika global yang memengaruhi rantai pasok energi,” tambah Baron.

Dengan kata lain, sebelum stok di sebuah SPBU menipis, sistem sudah memberi peringatan untuk pengiriman ulang.

Akan Alihkan Impor ke Amerika Serikat 

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini