News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Prabowo Perintahkan Danantara Segera Bangun 100 Gigawatt Energi Terbarukan

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Prabowo menghadiri Tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta, Rabu 11 Maret 2026. /Youtube: Sekretariat Presiden

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan transisi energi nasional dengan target ambisius membangun 100 Gigawatt (GW) energi terbarukan. 

Pernyataan tersebut disampaikan presiden dalam pidato tasyakuran satu tahun Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Langkah ini diambil sebagai respons atas ketidakpastian global dan krisis energi yang tengah melanda dunia menyusul perang di Timur Tengah. 

Presiden menegaskan bahwa Indonesia harus segera melakukan akselerasi untuk mencapai swasembada energi dalam waktu sesingkat-singkatnya.

"Saudara-saudara sekalian, kita akan melaksanakan listrifikasi, energi terbarukan dari tenaga surya. Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kita akan membangun 100 Gigawatt. Itu sudah perintah saya, itu sudah keputusan saya," tegas Presiden Prabowo.

Energi terbarukan merupakan  sumber energi yang berasal dari alam dan dapat dimanfaatkan secara terus-menerus karena dapat diperbarui atau diisi ulang dalam waktu singkat.

Sumber energi ini berlimpah, ramah lingkungan, tidak menghasilkan polusi, dan menjadi solusi atas keterbatasan energi fosil.  

Contohnya energi surya (matahari), angin (bayu), air (hidro), panas bumi (geothermal), biomassa, dan pasang surut air laut.

Berkah tersembunyi

Presiden menilai krisis global saat ini sebagai berkah tersembunyi yang memaksa Indonesia untuk mempercepat niat baik.

 Ia meyakini Indonesia memiliki modal kekayaan alam yang melimpah untuk keluar dari krisis sebagai pemenang.

Menurut Prabowo, Indonesia memiliki cadangan geothermal terbesar kedua di dunia serta potensi besar dari sektor nabati.

Ia merujuk pada pemanfaatan kelapa sawit, singkong, jagung, hingga tebu untuk menghasilkan bahan bakar minyak (BBM) secara mandiri.

"Kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini," tambah Presiden.

Selain tenaga surya, Presiden juga menekankan pentingnya eksploitasi geothermal yang selama ini belum sepenuhnya dioptimalkan.

Ia optimistis Indonesia mampu mengimbangi prestasi negara-negara maju dalam hal investasi hijau dan hilirisasi.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini