News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ancaman Krisis Energi

Konversi ke Energi Listrik Dinilai Kunci Perkuat Ketahanan Energi

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI LISTRIK - Direktur Eksekutif Energi Watch Indonesia, Ferdinan Hutahaean, menekankan pentingnya percepatan konversi energi berbasis listrik, baik di sektor rumah tangga maupun transportasi. Konversi energi listrik bukan hanya soal teknologi, tetapi juga strategi nasional untuk efisiensi energi, pengurangan emisi, dan kemandirian energi.

 

Ringkasan Berita:

  • Percepatan konversi energi berbasis listrik, baik di sektor rumah tangga maupun transportasi dinilai sangat penting saat ini.
  • Konversi energi ini akan menggalakkan penghematan baik di sektor rumah tangga, termasuk mendorong penggunaan kendaraan listrik.
  • Pemerintah didorong memperkuat insentif bagi kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat, agar adopsinya semakin luas di masyarakat.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Direktur Eksekutif Energi Watch Indonesia, Ferdinan Hutahaean, menekankan pentingnya percepatan konversi energi berbasis listrik, baik di sektor rumah tangga maupun transportasi.

“Konversi ke kompor listrik perlu segera dilakukan karena dapat menekan konsumsi LPG sekaligus memanfaatkan kelebihan pasokan listrik nasional. Kalau kompor gas beralih ke listrik, kelebihan daya bisa terserap dan beban subsidi berkurang,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Baca juga: Eddy Soeparno Dorong Pembenahan Subsidi Agar Tepat Sasaran di Tengah Krisis Energi

Ferdinan menyebut konversi satu juta rumah tangga berpotensi menghemat jutaan tabung LPG per bulan serta menekan subsidi hingga ratusan miliar rupiah.

Jika dilakukan secara masif hingga puluhan juta rumah tangga, penghematannya dinilai akan semakin signifikan.

Selain di sektor rumah tangga, penggunaan kendaraan listrik juga perlu terus didorong.

 “Kendaraan listrik dapat menjadi solusi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak sekaligus meningkatkan efisiensi energi,” katanya.

Karena itu, Ferdinan mendorong pemerintah memperkuat insentif bagi kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat, agar adopsinya semakin luas di masyarakat.

Menurutnya, energi listrik memiliki keunggulan karena dapat diproduksi dari berbagai sumber, sehingga lebih berkelanjutan dibandingkan energi fosil yang semakin menipis.

“Energi listrik akan terus tersedia, berbeda dengan energi fosil yang pasti akan habis. Karena itu, kebijakan harus diarahkan agar masyarakat beralih ke listrik,” katanya.

Ferdinan menegaskan percepatan elektrifikasi di sektor rumah tangga dan transportasi menjadi langkah penting untuk menekan subsidi energi, mengurangi ketergantungan impor, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

“Kalau tidak ada perubahan kebijakan, subsidi akan terus membengkak dan risiko terhadap ekonomi semakin besar,” pungkasnya.

Baca juga: SBY Soroti Gejolak Harga Minyak Global, Dukung Gerakan Hemat Energi untuk Selamatkan Ekonomi Negara

Upaya penghematan

Konversi energi listrik adalah proses mengubah energi dari bentuk lain (kimia, mekanik, panas, dll.) menjadi energi listrik atau sebaliknya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini