News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

LAPORAN EKSKLUSIF: Narasi Ganda China Terhadap Sawit Indonesia

Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KELAPA SAWIT - Pekerja mengangkut kelapa sawit di kawasan Bogor, Jawa Barat. Tim investigasi Tribunnews berusaha menelusuri dugaan adanya pemberitaan di China, di waktu tertentu, berusaha membangun persepsi negatif terkait crude palm oil atau minyak sawit Indonesia.

Laporan investigasi wartawan Tribunnews.com: Rasni Gani, Tiara Shelavie, dan Malvyandie

TRIBUNNEWS.COM - Tiongkok atau China menjadi negara tujuan favorit ekspor minyak kelapa sawit Indonesia. Dari tahun ke tahun, bersama India, negara itu seolah bersaing menjadi ranking 1 pengimpor terbesar komoditas CPO (Crude Palm Oil) atau Minyak Sawit Mentah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, China membeli 5,5 juta ton CPO dan 3,6 juta ton (2024). Periode yang sama, ekspor minyak sawit ke India 5,4 juta ton (2023)  dan 4,3 juta ton (2024). 

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono, mengatakan volume ekspor CPO ke China dan India tahun 2025 menempati peringkat pertama dan kedua sebagai negara tujuan ekspor CPO Indonesia. Volume ekspor CPO RI ke China mencapai 5,99 juta ton dan India 3,97 juta ton.

Berstatus importir terbesar minyak sawit Indonesia, China justru konsisten menyoroti isu lingkungan dan keberlanjutan beberapa tahun terakhir. 

BACA JUGA: China Masih Jadi Pasar Utama Ekspor Minyak Sawit Indonesia

BACA JUGA: RSPO Catat Lonjakan Konsumsi Sawit Berkelanjutan di China, Indonesia Kuasai 67 Persen Pasar Tiongkok

Berdasarkan data Kementerian Pertanian Amerika Serikat (USDA), Indonesia penghasil palm oil terbesar di dunia, 46 ribu metrik ton per tahun.

India dan China dua negara tujuan utama ekspor palm oil Indonesia (2021-2024).

India mengimpor 7.800 hingga 11.000 metrik ton CPO per tahun. Sedangkan China di urutan kedua 3.800-5.000 metrik ton.

Dari penuturan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono, Desember 2025, Indonesia masih memandang China sebagai mitra strategis karena Negeri Tirai Bambu memiliki pasar yang sangat besar. 

GAPKI telah bekerja sama dengan China Chamber of Commerce for Import and Export of Foodstuffs (Kamar Dagang China untuk Impor dan Ekspor Produk Pangan). 

Kerja sama dengan Kamar Dagang China ini rencananya akan diperpanjang setelah tiga tahun berjalan. 

Mengonfirmasi kebutuhan China akan sawit Indonesia, hasil wawancara bersama Head of China Market Transformation Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), organisasi internasional multi-pemangku kepentingan, Lifeng Fang, memperkuat itu. Seberapa bergantungnya kontribusi Indonesia dalam memenuhi permintaan China.

“China tidak memiliki produksi minyak sawit domestik, dan bergantung sekitar 99 persen pada kebutuhan konsumsinya. Indonesia tetap menjadi eksportir utama ke China, dengan pangsa 67 persen ekspor pada 2024, diikuti Malaysia sebesar 32 persen pada tahun yang sama” 

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini