"Tekanan ini diperparah oleh posisi rupiah yang sempat menembus level Rp17.000 per Dolar AS yang secara otomatis meningkatkan biaya impor bahan baku dan memicu kenaikan inflasi domestik," tuturnya.
IHSG diproyeksikan bergerak melemah dengan rentang support di level 6.700 dan resistance pada 7.250 karena dipicu juga sentimen negatif akibat penyesuaian komposisi kepemilikan saham yang tinggi (high shareholding composition) sejalan dengan proyeksi metodologi MSCI yang sebelumnya telah diantisipasi pasar.
Baca tanpa iklan