News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Harga Plastik Melejit

Harga Barang-barang di Pasar Bersiap Melonjak Imbas Kenaikan Harga Plastik

Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

HARGA PLASTIK - Pedagang melayani pembeli di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Lonjakan harga plastik dipicu gangguan pasokan bahan baku global.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga barang-barang di pasar bakal mengalami kenaikan seiring telah melonjaknya harga plastik imbas perang Israel-AS vs Iran.

Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Reynaldi Sarijowan mengatakan, kenaikan harga plastik berpotensi mendorong harga barang di pasar.

“Beberapa anggota kami masih menahan harga agar pelanggan dan langganannya tidak lari,” ujar Reynaldi dikutip dari Kontan, Senin (6/4/2026).

Baca juga: Harga Plastik Melonjak Imbas Perang Timteng, Masyarakat Kelas Bawah Paling Terdampak

Ia menyebut, langkah tersebut berdampak pada menipisnya margin keuntungan pedagang. 

Oleh sebab itu, IKAPPI terus mendorong penggunaan alternatif kantong belanja non-plastik, seperti tas anyaman.

Gerakan penggunaan tas belanja ramah lingkungan ini telah lama dikampanyekan, namun adopsinya masih terbatas karena kebiasaan konsumen yang masih bergantung pada plastik.

“Kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan karena perilaku konsumen yang terbiasa menggunakan plastik,” jelasnya.

Reynaldi menilai stabilitas pasokan bahan baku plastik sangat bergantung pada kondisi geopolitik global. 

Konflik di Timur Tengah, khususnya perang antara Amerika Serikat dan Iran, dinilai turut mengganggu rantai pasok dan distribusi bahan baku plastik.

Ia menambahkan, pemerintah perlu memperkuat hubungan dagang dengan negara pemasok lain seperti Thailand untuk menjaga kelancaran impor dan meredam gejolak harga di dalam negeri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor plastik dan barang dari plastik (HS 39) Indonesia mencapai US$ 873,2 juta atau setara Rp 14,78 triliun pada Februari 2026.

China menjadi pemasok terbesar dengan nilai US$ 380,1 juta, diikuti Thailand sebesar US$ 82,7 juta dan Korea Selatan US$ 66,7 juta. Impor juga berasal dari Amerika Serikat senilai US$ 29,9 juta dan Arab Saudi sebesar US$ 14,9 juta.

Selain itu, pasokan plastik turut berasal dari Vietnam, Jepang, Singapura, Malaysia, dan Taiwan.

Naik Hingga 50 Persen

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini