Di kesempatan lain, Dr. Ir. Arya Rezavidi MEE, PhD, selaku pendiri AESI dan Peneliti di BRIN juga memberikan pandangan, bahwa dengan adanya kenaikan harga minyak global menjadi momentum mendorong tenaga surya di Indonesia.
"Karena ada momentum kenaikan harga minyak global mendorong Presiden mengeluarkan kebijakan 100 GW dari tenaga surya," ujar Dr Ir Arya.
"Apalagi segmen pasar tenaga surya di Indonesia mulai muncul dengan adanya maraknya pemasangan PLTS di atap pada sektor industri," sambungnya.
Dr. Ir. Arya Rezavidi juga menyampaikan alasan mengapa tenaga surya mulai diminati masyarakat Indonesia dikarenakan tidak menghasilkan emisi karbon.
Baca juga: Prabowo Perintahkan Bangun Proyek 100 GW Tenaga Surya: Kita Buktikan ke Dunia!
"Tenaga surya semakin diminati karena mengeluarkan zero emisi karbon," katanya.
Baca tanpa iklan