Perseroan juga mencatat laba bersih Rp470 miliar, sementara underlying laba bersih meningkat 57 persen menjadi Rp630 miliar.
Posisi kas perusahaan mencapai Rp1,96 triliun yang dinilai mencerminkan disiplin keuangan dan efisiensi operasional.
Fokus LPKR pada bisnis inti real estate dan lifestyle diperkuat melalui pengendalian biaya, pengurangan utang, dan pengembangan kawasan perkotaan.
Dengan landbank sekitar 1.300 hektare, LPKR mengembangkan sejumlah kawasan seperti Lippo Village di Tangerang, Lippo Cikarang di Bekasi, hingga kawasan Tanjung Bunga di Makassar.
LPKR juga memiliki keterkaitan erat dengan sektor kesehatan melalui kepemilikan 29,10 persen saham di Siloam.
Selain itu, perusahaan mengelola 59 pusat perbelanjaan di Indonesia, memiliki kepemilikan di Landmark REIT Singapura dengan aset kelolaan SGD 1,5 miliar per akhir 2025, serta mengoperasikan 10 hotel bermerek Aryaduta lengkap dengan fasilitas country club dan lapangan golf.
Masuknya Bamsoet ke dua perusahaan besar tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan dan memastikan arah bisnis tetap adaptif terhadap perubahan global.
Di tengah tantangan ekonomi dunia, sektor kesehatan dan properti dinilai tetap menjadi dua pilar penting yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.
Baca juga: Catatan Politik Bamsoet: Jangan Biarkan Eskalasi Polarisasi Sosial dan Politik Terus Terekalasi
Baca tanpa iklan