Untuk perdagangan Senin (18/5/2026), Ibrahim memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp 17.470 hingga Rp 17.530 per dolar AS.
Sementara itu, Analis Mata Uang Lukman Leong menilai penguatan rupiah turut didorong ekspektasi pasar bahwa BI akan menaikkan suku bunga acuannya pada pekan depan.
"Rupiah menguat terhadap dolar AS oleh munculnya ekspektasi bahwa BI akan menaikkan tingkat suku bunga minggu depan," ungkap Lukman.
Menurut dia, sentimen kenaikan suku bunga berpotensi menopang stabilitas rupiah dalam jangka pendek. Namun, pasar masih menunggu keputusan resmi dari bank sentral.
Untuk perdagangan Senin (18/5/2026), Lukman mengatakan investor akan mencermati data Producer Price Index (PPI) AS, perkembangan konflik AS-Iran, serta agenda kunjungan Trump ke China yang dapat memengaruhi sentimen global.
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 17.425 hingga Rp 17.525 per dolar AS.
Baca tanpa iklan