News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Bisa Perkuat Industri Domestik?

Penulis: Malvyandie Haryadi
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketika rupiah melemah, harga barang ekspor Indonesia dalam mata uang dolar otomatis turun. Kondisi ini membuat produk manufaktur, komoditas, hingga hasil industri nasional lebih menarik bagi pembeli luar negeri.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi sorotan di tengah dinamika ekonomi global dan arah kebijakan moneter Negeri Paman Sam.

Pergerakan rupiah dinilai tidak bisa semata dipandang sebagai indikator pelemahan ekonomi nasional.

Di tengah tekanan eksternal, sejumlah kalangan menilai depresiasi rupiah justru dapat membuka ruang penyesuaian struktural bagi perekonomian Indonesia.

Pelemahan nilai tukar dinilai dapat mendorong daya saing ekspor serta mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Selain itu, arah kebijakan suku bunga AS juga dipandang akan mempengaruhi posisi dolar AS terhadap mata uang global lainnya.

Jika suku bunga AS mengalami penurunan, tekanan terhadap rupiah diperkirakan ikut mereda dalam jangka menengah hingga panjang.

Analis ekonomi dari Center For Banking Crisis (CBC), Achmad Deni Daruri menilai depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS harus dimaknai sebagai proses restrukturisasi ekonomi nasional, bukan pelemahan ekonomi.

"Ini restrukturisasi, bukan pelemahan. Narasi yang sering muncul adalah pelemahan rupiah mencerminkan lemahnya ekonomi. Pandangan itu keliru. Depresiasi rupiah justru harus dibaca sebagai restrukturisasi ekonomi menuju daya saing lebih tinggi," kata Deni di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Menurut dia, dalam konteks global, jika Gubernur bank sentral AS yang baru, Kevin Wars, mengikuti arahan Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan suku bunga, maka dolar AS justru berpotensi melemah.

"Implikasi jangka menengah dan panjangnya, setelah fase restrukturisasi, rupiah akan lebih stabil terhadap dolar AS,” ujarnya.

Deni menjelaskan, depresiasi atau restrukturisasi rupiah merupakan strategi penyesuaian struktural.

Pelemahan rupiah dinilai membuka ruang bagi ekspor, memperkuat industri domestik, serta menekan ketergantungan impor.

Baca juga: Melemahnya Rupiah Terhadap Dolar: Spekulatif Pasar vs Fundamental Ekonomi Indonesia

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa memperkuat industri domestik karena produk-produk Indonesia menjadi lebih murah dan lebih kompetitif di pasar internasional.

Ketika rupiah melemah, harga barang ekspor Indonesia dalam mata uang dolar otomatis turun. Kondisi ini membuat produk manufaktur, komoditas, hingga hasil industri nasional lebih menarik bagi pembeli luar negeri.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini