News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gejolak Rupiah

Rupiah Tembus Rp18.000: Ekonom Ingatkan PHK, Pejabat Pemerintahan Prabowo Tetap Tenang

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RUPIAH TERTEKAN - Tampilan layar perdagangan menunjukkan nilai tukar rupiah menembus level Rp18.000 per dolar AS di tengah tekanan pasar global, Jakarta, 2026. Kondisi ini memicu kekhawatiran ekonom terkait risiko perlambatan ekonomi dan PHK.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Nilai tukar rupiah menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dan mencatat rekor terlemah sepanjang sejarah perdagangan.

Tekanan ini memicu peringatan risiko PHK dari ekonom, sementara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menegaskan kondisi ekonomi saat ini masih kuat dan terkendali.

Berdasarkan data awal Juni 2026, rupiah bergerak di kisaran Rp18.004–Rp18.039 per dolar AS dan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Kamis (4/6/2026).

Ekonom: Tekanan Rupiah Bisa Picu PHK

Pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi menyebut rupiah masih tertekan oleh faktor global dan domestik, termasuk ketegangan geopolitik dan penguatan dolar AS.

Ia memperkirakan rupiah masih fluktuatif dan cenderung melemah.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp18.050- Rp18.120,” ujarnya.

Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menilai pelemahan rupiah berdampak langsung ke dunia usaha dan tenaga kerja.

“Pelemahan rupiah berdampak ke tekanan krisis finansial yang berpengaruh langsung ke jutaan orang,” kata Bhima.

Ia menambahkan, tekanan biaya impor dapat menurunkan produksi dan memicu PHK.

“Kalau yang terjadi sampai mengurangi produksi, PHK massal akan meledak semester II ini,” ujarnya.

Baca juga: IHSG Dibayangi Merosotnya Nilai Tukar Rupiah, Investor Asing Masih Angkat Kaki

Pemerintah: Fundamental Masih Kuat

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memantau stabilitas pasar.

Ia menyebut kondisi ekonomi nasional masih solid.

“Insyaallah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat,” ucapnya.

Menkeu: Apa Anda Lihat Saya Panik?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai fluktuasi rupiah masih dalam kendali kebijakan Bank Indonesia.

“Anda melihat saya panik? Nggak. BI masih menjalankan kebijakan dengan baik,” ujarnya di DPR RI.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini