News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kepala BPS: Sektor Perdagangan Jasa Kesehatan Alami Pertumbuhan Ekonomi 7,62 Persen

Penulis: Ibriza Fasti Ifhami
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SOSIALISASI SENSUS 2026 - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, dalam kegiatan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026, di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Ringkasan Berita:

  • Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,61 persen. 
  • Amalia mengatakan, sektor kesehatan memberikan kontribusi yang luas terhadap struktur produk domestik bruto (PDB). 
  • Pada Triwulan I 2026, sektor industri pengolahan tercatat tumbuh sebesar 5,04 persen.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, sektor kesehatan memiliki peran yang semakin strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia mengungkapkan, ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,61 persen. 

Angka tersebut diperoleh melalui proses penghitungan secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota, kemudian diagregasikan menjadi data provinsi hingga menghasilkan angka pertumbuhan ekonomi nasional. 

Baca juga: BPS: Inflasi Indonesia Mei 2026 Mencapai 3,08 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama

Amalia mengatakan, sektor kesehatan memberikan kontribusi yang luas terhadap struktur produk domestik bruto (PDB), tidak hanya melalui jasa pelayanan kesehatan. 

"Hal yang menarik adalah bahwa sektor kesehatan bukan hanya berkontribusi pada jasa kesehatan di dalam PDB," kata Amalia, dalam Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026, di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, kontribusi tersebut juga berasal dari industri farmasi untuk manusia, industri alat diagnosis medis, perban, kasa, serta berbagai produk penunjang kesehatan lainnya yang masuk dalam sektor industri pengolahan (manufacturing). 

 

 

Adapun pada Triwulan I 2026, sektor industri pengolahan tercatat tumbuh sebesar 5,04 persen.

Tak hanya itu, ia menambahkan, sektor kesehatan juga berperan dalam aktivitas perdagangan, seperti perdagangan sediaan farmasi, alat kesehatan dan laboratorium, kosmetik, serta alat optik. 

Kelompok usaha tersebut menjadi bagian dari sektor perdagangan yang berkontribusi sebesar 13,3 persen terhadap PDB nasional, dengan pertumbuhan mencapai 6,26 persen.

Sementara itu, kelompok jasa kesehatan yang mencakup rumah sakit, puskesmas, klinik pemerintah maupun swasta, praktik dokter mandiri, hingga layanan perawatan dan pemulihan, menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi. 

"Itu semua masuk ke dalam kelompok jasa kesehatan yang saat ini tumbuhnya cukup tinggi, yaitu 7,62 persen," kata Amalia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini