News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ibadah Haji 2023

20 Kali Naik Haji, Ini Doa dan Amalan Pensiunan Kepala KUA di Hadapan Ka'bah

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Haji Nihaya Rawi pada musim haji kali ini adalah ibadah hajinya yang ke-20

TRIBUNNEWS.COM -- BUKAN gelar sosial belaka, haji itu pengalaman spiritual "tertinggi" seorang Muslim.

Rukun Islam kelima ini butuh ongkos, vitalitas, dan hanya tunai di satu tempat (Arafah), serta waktu spesifik (saban, 9 Dzulhijjah).

Di Indonesia, kini ada sekira 10 juta Muslim antre tunggu 'panggilan' Siskohat.

Baca juga: 2 Kali Gagal Berangkat, Petani Kopi Asal Gayo Berusia 100 Tahun Ini Akhirnya Berangkat Haji

Tidak gratis, nomor antrenya dibayar Rp25 juta.

Kalau nomor antrean "keluar", si jamaah tambah setoran lagi; hingga lunas Rp51 juta untuk kawasan timur Indonesia.

Bukan setahun, lima tahun, antrenya belasan bahkan hingga puluhan tahun.

Namun, haji punya mukjizat.

Menunaikannya adalah candu.

Jika sudah sekali, ingin dua, tiga dan terus berulang.

Dan, Haji Nihaya Rawi adalah satu cerita.

"Insyallah, ini haji saya yang ke-20," ujarnya kepada wartawan MCH di lobi utama gedung Kantor Urusan Haji Indonesia, kawasan Mazaani, tenggara Masjid Nabawi, Madinah.

Bukan konglomerat, Nihaya hanya purnabakti Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Saya ini keluarga pejabat Depag, tapi level kecamatan di Sumatera," ujarnya, Senin (28/5/2023) siang.
Dia datang ke kantor misi haji Indonesia, guna mendampingi ketua kloter 2 embarkasi Banda Aceh.

Baca juga: Fadly Dituduh Sembunyikan Rebecca Klopper, Haji Faisal Geram: Si Becca Itu Gak dalam Pencarian Orang

Nihaya menunaikan haji kali pertama tahun 2001.

Kala itu, dia masih pegawai kantor urusan agama, dan dipercaya pihak Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Hilal Lubuk Pakam.

"Saya awalnya pembimbing, beritahu jamaah manasik dan pengalaman haji."

Devut haji awal dekade millenium 2000 itu, ternyata membawa berkah.

Jamaah terbantu, pengelola KBIH puas.

Sejak itu, Nihaya jadi pembimbing langganan, hingga saat ini.
KBIH Al Hilal Lubuk Pakam dipimpin dipimpin H Mujahiddudin, Sekretaris Hj Siti Aminah Nasution dan Nihaya Rawi, sebagai pembimbing.

"Saya hanya frei (tak berangkat) saat pendemi dan tahun 2022 karena batas usia 65 dilarang masuk Haramain."

Baca juga: Tujuh Kloter Haji Indonesia Diprediksi Disambut Hujan Selamat Datang di Madinah

Di musim haji tahun ini, Nihaya membimbing 90 jamaah dari Deli Serdang dan Lubuk Pakam.

Lantas dari mana Nihaya mengumpulkan ongkos haji?
"Saat daftar di KBIH Tiap jamaah sudah komitmen beri biaya tambahan untuk manasik dan bimbingan. Itulah yang saya kumpul untuk setoran awal dan pelunasan."

Tak dapat dispensasi, saat pendaftaran sebagai pembimbing ibadah dia juga ikut setoran.

Nihaya meyakini, dia naik haji bukan karena uang setoran belaka.

Selain niat, doa dia juga punya amalan khas.

Tiap Haji Wada' (ibadah terakhir sebelum kembali ke Tanah Air), dia selalu memanjatkan doa di depan Baitullah, Kabbah.

"Allahumma ya Allah, aku balik sebentat saja. Aku mau ajak kawan-kawanku, balik ke sini. Lagi. Ya, Allah sampaikan aku kemari ya Allah."

Dan doa spesifik itu maqbul dan senantiasa diijabah Sang Pemilik Ka'bah.

Baginya, berhaji adalah undangan dan panggilan Allah SWT.

Apa doa saja?

"Tidak. Saya kalau pamitan saat haji Wada', tak pernah membelakangi Kabah."

Apakah itu berarti Pak Nihaya jalan mundur?
Pertanyaan Tribun itu hanya dijawab dengan anggukan dan senyum merekah. (thamzil thahir)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini