Ringkasan Berita:
- Diklat PPIH pekan kedua berfokus pada pendalaman tugas dan fungsi setiap layanan haji.
- Sepuluh layanan utama seperti akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, dan Siskohat menjadi materi utama.
- Petugas haji dipersiapkan agar lebih adaptif dan siap memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah di Tanah Suci.
TRIBUNNEWS.COM - Pendidikan dan pelatihan (diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 masih berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (23/1/2026).
Memasuki pekan kedua, diklat petugas haji kini berfokus pada pendalaman materi tugas dan fungsi (tusi) masing-masing layanan.
Jika pada pekan pertama para peserta digembleng dengan pelatihan fisik dan baris-berbaris guna membangun kedisiplinan serta kekompakan, maka pada pekan kedua pembekalan diarahkan pada kesiapan teknis pelayanan jemaah.
Setidaknya terdapat 10 layanan utama yang diberikan PPIH selama operasional ibadah haji, yaitu Akomodasi, Transportasi, Konsumsi, Layanan Lansia dan Disabilitas, Tenaga Kesehatan, Bimbingan Ibadah, Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama (PKPPJH), Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), Media Center Haji (MCH), serta Pelindungan Jemaah.
Kesepuluh layanan tersebut menjadi fokus pendalaman materi agar setiap petugas benar-benar memahami peran, tugas, dan tanggung jawabnya.
Misalnya pada layanan Siskohat, di mana para petugas haji mempelajari proses administrasi ibadah haji, mulai dari pendaftaran hingga kepulangan jamaah.
Salah satu pemateri, Fahmi mengatakan, tugas layanan Siskohat sangatlah strategis karena mengolah data yang merupakan bagian utama dari penyelenggaraan ibadah haji.
Baca juga: KPK Panggil Eks Menpora Dito Ariotedjo Hari Ini Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
"Jadi informasi harus dirasakan, harus akurat, dan harus benar-benar bisa digunakan di seluruh lini tugas dan fungsi yang ada dalam penyelenggaraan haji. Karena semuanya pasti butuh data. Data yang lebih akurat," kata Fahmi.
Adapun data yang diolah di Siskohat, lanjut Fahmi, merupakan data kelompok terbang (kloter), data manifest, data pendorongan, keberangkatan dan kedatangan di setiap daker, lalu juga data akomodasi.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Ichsan Marsha mengatakan, sejumlah materi diberikan terkait tusi setiap layanan diberikan kepada para petugas haji agar mereka mampu memahami apa yang harus dilakukan ketika memberikan pelayanan kepada jemaah haji.
"Alhamdulillah, dalam proses pekan kedua ini kita sudah secara intensif memahami berbagai dinamika serta persoalan-persoalan yang muncul dalam pelayanan-pelayanan tersebut. Sehingga nanti dalam proses di lapangan, kita akan lebih adaptif dan Insyaallah teman-teman siap memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji di Tanah Suci," kata Ichsan.
Setelah selesai diklat, para petugas haji akan terus berkoordinasi dan berkomunikasi, khususnya berkaitan dengan penguatan tugas dan fungsi masing-masing.
"Selain itu, sebelum diberangkatkan, teman-teman juga akan kembali dikumpulkan di sini (Asrama Haji) untuk melakukan refresh, sekaligus memperkuat koordinasi dan konsolidasi sebelum berangkat ke Tanah Suci. Artinya, ada tahapan-tahapan untuk merefresh kembali tugas-tugas yang akan kita laksanakan di Tanah Suci, insyaallah," pungkasnya. (*)
Baca tanpa iklan