News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ibadah Haji 2026

Apa Itu Haji Mabrur? Kenali Ciri-Ciri dan Syarat agar Ibadah Diterima Allah

Penulis: Farrah Putri Affifah
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

HAJI - Jemaah haji tengah melaksanakan tawaf mengelilingi Kabah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Selasa (10/6/2025). Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh Muslim yang mampu.Tujuan utama dari ibadah haji adalah meraih Haji Mabrur.

Dengan demikian, setiap haji mabrur pasti maqbul, tetapi tidak semua haji maqbul mencapai derajat mabrur.

Mengapa Haji Mabrur Sangat Istimewa?

Haji mabrur menjadi dambaan setiap muslim karena memiliki keutamaan luar biasa. 

Selain dijanjikan surga, haji mabrur juga diyakini dapat menghapus dosa-dosa yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah (haqqullah).

Namun, para ulama seperti Ibnu Hajar al-Haytami menjelaskan bahwa dosa yang berkaitan dengan sesama manusia (haqqul adami) tetap harus diselesaikan secara langsung, seperti meminta maaf atau mengembalikan hak yang diambil.

Artinya, haji bukanlah 'jalan pintas' untuk menghapus semua kesalahan tanpa tanggung jawab, melainkan momentum untuk memperbaiki diri secara menyeluruh, baik hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.

Syarat Meraih Haji Mabrur

Untuk mencapai derajat haji mabrur, terdapat beberapa syarat penting yang harus diperhatikan:

1. Niat Ikhlas karena Allah

Segala ibadah, termasuk haji, harus dilandasi niat yang tulus semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji atau mendapat pengakuan.

2. Menjadikan Takwa sebagai Bekal Utama

Takwa adalah bekal terbaik dalam perjalanan haji. 

Tidak hanya bekal materi, tetapi juga kesiapan spiritual yang kuat agar ibadah lebih bermakna.

3. Memahami dan Menjalankan Manasik dengan Benar

Jemaah harus mempelajari ilmu manasik agar mampu melaksanakan setiap rangkaian ibadah seperti wukuf, thawaf, dan sa’i sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

4. Menggunakan Harta yang Halal

Biaya haji harus berasal dari sumber yang halal dan bersih. 

Harta yang tidak halal dapat mengurangi nilai bahkan menggugurkan penerimaan ibadah.

5. Menjauhi Maksiat Selama Haji

Selama berhaji, jemaah harus menghindari perbuatan dosa seperti berkata kotor (rafats), berbuat fasik, dan berbantah-bantahan (jidal).

6. Memperbanyak Zikir dan Doa

Haji adalah momentum mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak zikir, doa, dan ibadah sunnah di setiap kesempatan.

Tanda-Tanda Haji Mabrur

Haji mabrur tidak hanya terlihat saat di Tanah Suci, tetapi justru lebih tampak setelah seseorang kembali ke tanah air. 

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini