"Kami tidak bertoleransi terhadap sikap, perilaku atau tindakan-tindakan ilegal yang merugikan jamaah haji."
"Kami berulang kali menyampaikan zero tolerance terhadap tindakan-tindakan ilegal yang dilakukan oleh oknum-oknum petugas haji atau oknum-oknum tepung atau tenaga pendukung atau oknum-oknum mukimin lainnya," tegas Dahnil.
Segala temuan tindakan ilegal dalam ibadah haji juga akan ditindak tegas oleh Kemenhaj melalui Kepolisian Arab Saudi.
Serta akan ditindak juga oleh Kepolisian RI jika tindakan ilegal terkait haji ini terjadi di dalam negeri.
"Sekali lagi kami akan melakukan tindakan tegas melalui pihak kepolisian Arab Saudi juga melalui pihak otoritas keamanan kita yaitu kepolisian Republik Indonesia apabila tindakan tersebut dilakukan di dalam negeri," pungkasnya.
Baca juga: WNI yang Terindikasi Haji Non-Prosedural Jadi 18 Orang, Dirjen Imigrasi Sinyalir Ada Agen Bermain
Kronologis 3 WNI Ditangkap di Makkah
Aparat Keamanan Arab Saudi menangkap tiga orang diduga Warga Negara Indonesia di Makkah, Rabu (29/4/2026).
Ketiga oknum WNI itu ditangkap karena ditemukan bukti-bukti awal yang mengarah pada pelaksanaan haji ilegal.
Menurut keterangan dari KJRI Jeddah, dua dari tiga orang itu mengenakan atribut petugas haji Indonesia saat ditangkap di rumah mereka.
Kini verifikasi terkait identitas ketiga orang yang ditangkap itu pun tengah dilakukan.
KJRI Jeddah juga berkoordinasi dengan aparat keamanan Arab Saudi untuk mengawal proses hukum ketiga orang yang diduga WNI tersebut.
Diketahui, Aparat Keamanan Arab Saudi, khususnya di Kota Makkah gencar melaksanakan razia kepada semua pihak yang terindikasi terlibat pelanggaran hukum terkait pelaksanaan haji ilegal.
Baca juga: Kronologis 3 WNI Ditangkap di Makkah, Diduga Tawarkan Haji Ilegal, Kenakan Atribut Petugas Haji
Dalam beberapa unggahan Media Sosial Resmi Aparat Keamanan Arab Saudi, tampak berbagai upaya penegakan hukum dan penangkapan terhadap pihak-pihak yang berusaha memasukkan orang tanpa tasreh ke kota Mekkah.
Berdasarkan pemantauan di lapangan juga sudah tampak rangkaian bus yang membawa keluar para pelanggar aturan Tasreh dari kota Mekkah.
Dari pantauan Tribunnews.com pun, pengamanan masuk ke Kota Makkah semakin diperketat dengan pengecekan oleh aparat kea di sejumlah titik.
Setiap orang yang memasuki Kota Makkah diminta untuk menunjukkan tasreh serta kartu nusuk bagi jemaah haji.
Hal ini menunjukkan keseriusan aparat keamanan Arab Saudi untuk memerangi praktek haji ilegal.
(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Sri Juliati)
Baca berita lainnya terkait Ibadah Haji 2026.
Baca tanpa iklan