TRIBUNNEWS.COM - Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang memiliki kedudukan sangat penting dalam kehidupan umat Muslim.
Ibadah ini diwajibkan bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat kemampuan, baik dari sisi fisik, mental, maupun finansial.
Haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan perjalanan spiritual yang sarat makna, karena di dalamnya terdapat rangkaian ibadah yang menggambarkan ketaatan, pengorbanan, serta persatuan umat Islam dari seluruh penjuru dunia.
Setiap tahun, jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul di Tanah Suci, khususnya di Kota Makkah, untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji seperti tawaf, sa’i, wukuf di Arafah, hingga mabit di Muzdalifah dan Mina.
Bagi jemaah Indonesia, pelaksanaan haji diatur secara sistematis oleh pemerintah agar berjalan tertib, aman, dan lancar.
Pada musim haji 1447 H/2026 M, pemberangkatan jemaah dilakukan dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 1 hingga 15 Mei 2026, dengan rute dari Indonesia menuju Madinah.
Di kota ini, jemaah menjalani ibadah arbain (salat berjamaah 40 waktu di Masjid Nabawi) serta ziarah ke tempat-tempat bersejarah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.
Di tengah rangkaian ibadah tersebut, kondisi cuaca di Tanah Suci menjadi tantangan tersendiri.
Suhu udara di Makkah dan Madinah pada musim haji tahun ini berkisar antara 35 hingga 39 derajat Celsius, bahkan dapat terasa lebih tinggi pada siang hari.
Paparan panas yang intens berpotensi menyebabkan kelelahan, dehidrasi, hingga gangguan kesehatan lainnya, terutama bagi jemaah lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.
Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap cuaca panas menjadi hal yang sangat penting.
Baca juga: Nasib 23 WNI Terindikasi Berangkat Haji Secara Non Prosedural Via Bandara Soetta
Operasional Haji Memasuki Hari ke-11
Memasuki hari kesebelas operasional, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan dengan lancar dan terkendali.
Proses pemberangkatan dari Tanah Air, kedatangan di Madinah, hingga pergerakan jemaah menuju Makkah berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Hingga akhir April 2026, sebanyak 159 kelompok terbang (kloter) dengan total 62.193 jemaah serta 689 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Angka ini menunjukkan bahwa proses mobilisasi jemaah berjalan dengan baik berkat koordinasi yang matang antara pemerintah dan berbagai pihak terkait.
Baca tanpa iklan