News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ibadah Haji 2026

Dokter Gizi Ungkap Tanda-Tanda Dehidrasi pada Jemaah Haji, Lansia Diminta Lebih Waspada

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TANDA-TANDA DEHIDRASI - Foto jemaah haji Indonesia berjalan menuju Terminal Bus Syib Amir dari Masjidil Haram setelah melaksanakan umrah wajib, Jumat (1/5/2026). Dokter spesialis gizi klinik,Etisa Adi Murbawani mengingatkan jemaah haji agar mewaspadai tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, lemas, mengantuk, hingga sulit fokus saat beraktivitas di cuaca panas.(Media Center Haji 2026)

Ringkasan Berita:

  • Dokter spesialis gizi klinik, Etisa Adi Murbawani mengingatkan jemaah haji agar mewaspadai tanda-tanda dehidrasi hingga heatstroke.
  • Warna urine yang keruh atau kuning pekat serta jumlah urine yang berkurang disebut bisa menjadi tanda tubuh mengalami kekurangan cairan dan harus segera ditangani.
  • Jemaah, terutama lansia, dianjurkan minum sedikit tetapi sering, menggunakan spray air, serta saling mengingatkan untuk menjaga hidrasi agar terhindar dari dehidrasi dan heatstroke.

 

TRIBUNNEWS.COM - Cuaca panas ekstrem dan aktivitas ibadah yang padat membuat jemaah haji rentan mengalami dehidrasi hingga heatstroke selama berada di Tanah Suci.

Heat stroke (serangan panas) adalah kondisi darurat medis serius akibat suhu tubuh meningkat drastis karena paparan panas ekstrem.

Karena itu, jemaah diimbau lebih peka mengenali tanda-tanda kekurangan cairan agar kondisi tidak semakin parah.

Dalam program Oase Tribunnews, dokter spesialis gizi klinik subspesialis kelainan metabolisme, Etisa Adi Murbawani, menjelaskan banyak jemaah terlalu fokus beribadah hingga sering mengabaikan gejala awal dehidrasi.

Lantas, apa saja tanda-tanda dehidrasi atau heatstroke?

Tanda-Tanda Dehidrasi yang Mudah Dikenali

Dehidrasi adalah kondisi medis di mana tubuh kehilangan cairan dan elektrolit lebih banyak daripada yang masuk.

Menurut dr. Etisa, tanda paling ringan dari dehidrasi adalah rasa haus dan mulut mulai terasa kering akibat cuaca panas.

Namun, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi lebih serius apabila tidak segera ditangani.

“Yang pertama pasti kita akan kehausan ya, mulut terasa kering karena terik matahari,” jelasnya, dikutip dari YouTube Oase Tribunnews, Kamis (14/5/2026).

Selain itu, jemaah juga perlu waspada jika mulai merasa lemas, mengantuk, atau sulit fokus saat diajak berbicara.

“Diajak ngobrol mulai tidak nyambung, mengantuk, lemas. Nah, itu juga harus diwaspadai kemungkinan salah satu tanda dehidrasi,” katanya.

Baca juga: Tips Jaga Kesehatan Jemaah Haji: Gunakan Masker hingga Atur Pola Minum

Perhatikan Warna Urine, Bisa Jadi Tanda Kekurangan Cairan

dr. Etisa juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi urine sebagai indikator hidrasi tubuh.

Menurutnya, urine yang normal biasanya berwarna bening atau kuning terang.

Sebaliknya, urine berwarna kuning pekat dan jumlahnya berkurang dapat menjadi tanda tubuh kekurangan cairan.

"Kalau kencingnya warnanya keruh, kuning pekat, kemudian jumlahnya berkurang, itu harus dicurigai terjadi kekurangan cairan atau dehidrasi,” ujarnya.

Ia menegaskan kondisi tersebut harus segera ditangani dan tidak boleh dibiarkan hingga semakin berat.

Lansia Lebih Rentan Mengalami Dehidrasi

Jemaah lanjut usia atau lansia disebut menjadi kelompok yang paling rentan mengalami dehidrasi saat ibadah haji.

Menurut dr. Etisa, lansia memiliki ambang rasa haus yang lebih rendah sehingga sering tidak menyadari tubuhnya kekurangan cairan.

Selain itu, tanda dehidrasi pada lansia juga kerap tidak terlihat jelas.

"Kalau sudah lansia mengalami dehidrasi bisa tiba-tiba pingsan. Nah, jangan sampai terjadi kondisi seperti itu," jelasnya.

Karena itu, antarjemaah diminta saling mengingatkan untuk rutin minum meski tidak merasa haus.

Minum Sedikit tapi Sering Jadi Cara Efektif

Untuk mencegah dehidrasi, dr. Etisa menyarankan jemaah minum sedikit demi sedikit namun dilakukan secara rutin.

"Minum tiap 5 menit satu teguk, nanti lagi, nanti lagi itu harus diingatkan," katanya.

Selain menjaga asupan cairan, jemaah juga disarankan menggunakan spray air untuk membasahi wajah dan kepala agar tubuh tetap terasa sejuk.

“Kalau perlu topinya dibasahi sedikit supaya lembab daerah kepalanya, biar dingin. Itu sangat membantu untuk mencegah dehidrasi," pungkasnya.

Dengan mengenali gejala dehidrasi sejak dini, jemaah diharapkan dapat menjaga kondisi tubuh tetap prima sehingga ibadah haji dapat dijalankan dengan aman dan nyaman.

(Tribunnews.com/Latifah)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini