TRIBUNNEWS.COM - Cuaca panas ekstrem di Tanah Suci membuat jemaah haji rentan mengalami kepanasan hingga dehidrasi saat menjalankan ibadah.
Dehidrasi adalah kondisi medis di mana tubuh kehilangan cairan dan elektrolit lebih banyak daripada yang masuk.
Jika dibiarkan tubuh juga bisa mengalami heatstroke (serangan panas), dimana ini merupakan kondisi darurat medis serius akibat suhu tubuh meningkat drastis karena paparan panas ekstrem.
Kondisi ini perlu segera ditangani agar tidak berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.
Dalam program Oase Tribunnews, dokter spesialis gizi klinik subspesialis kelainan metabolisme, Etisa Adi Murbawani, menjelaskan langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan jemaah apabila ada anggota rombongan mulai menunjukkan gejala kepanasan.
Menurutnya, tindakan cepat sangat penting dilakukan, terutama jika lokasi jemaah jauh dari petugas kesehatan atau fasilitas medis.
Segera Cari Tempat Berteduh
dr. Etisa mengatakan langkah pertama yang harus dilakukan adalah memindahkan jemaah ke tempat yang lebih teduh agar tubuh tidak terus terpapar panas matahari.
"Sebisa mungkin mencari tempat untuk berteduh, entah di pinggir toko atau di mana di perjalanan itu,” ujarnya, dikutip dari YouTube Oase Tribunnews, Kamis (14/5/2026).
Berteduh menjadi langkah awal penting untuk membantu menurunkan suhu tubuh dan mencegah kondisi semakin parah.
Longgarkan Pakaian dan Berikan Minum
Baca juga: Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Lansia Segera Lapor Petugas Jika Merasa Tak Sehat
Setelah berada di tempat teduh, pakaian jemaah dianjurkan untuk dilonggarkan agar sirkulasi udara lebih baik dan tubuh terasa lebih nyaman.
Selain itu, jemaah tetap harus diberikan cairan sedikit demi sedikit untuk membantu mengganti cairan tubuh yang hilang akibat panas.
"Kalau bisa yang ada kandungan garam dan gula itu lebih bagus karena masuknya lebih cepat," jelas dr. Etisa.
Namun, jika tidak tersedia minuman khusus, cairan apa pun yang ada tetap dianjurkan segera diberikan agar tubuh tidak semakin kekurangan cairan.
Basahi Tubuh Sambil Menunggu Bantuan Medis
dr. Etisa juga menyarankan agar kulit tubuh jemaah dibasahi untuk membantu proses pendinginan tubuh.
Langkah ini bisa dilakukan sambil menunggu bantuan dari petugas kesehatan datang ke lokasi.
Baca tanpa iklan