TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengimbau jemaah haji Indonesia mulai membiasakan diri berjalan kaki secara bertahap sesuai kemampuan menjelang puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Menurut dia, kesiapan fisik menjadi faktor penting karena jemaah berpotensi menempuh perjalanan cukup jauh dengan berjalan kaki saat puncak haji berlangsung.
"Jadi mari kita sama-sama para jemaah membiasakan diri untuk berjalan kaki secara bertahap sesuai dengan kemampuan," kata Maria dalam konferensi pers virtual, Kamis (14/5/2026).
Saat pelaksanaan puncak haji di Armuzna, Maria mengatakan kepadatan jemaah dan pengaturan pergerakan massa dapat membuat jemaah harus lebih banyak berjalan kaki.
Sehingga para jemaah, kata Maria, sebaiknya membiasakan untuk latihan fisik.
"Dalam pelaksanaan ibadah haji ini, khususnya pada saat puncak haji di Armuzna, jemaah mungkin berpotensi menempuh perjalanan cukup jauh dengan berjalan kaki, baik karena potensi kepadatan maupun juga pengaturan pergerakan jemaah," ujarnya.
Selain aktivitas ibadah yang padat, Maria mengatakan kondisi cuaca di Arab Saudi juga menjadi tantangan tersendiri bagi para jemaah.
Dirinya meminta jemaah menjaga stamina agar dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan optimal.
"Kondisi cuaca di Arab Saudi juga padat aktivitas ibadah, ini tentu memerlukan kesiapan fisik yang baik agar jemaah dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan optimal," ucapnya.
Operasional penyelenggaraan ibadah haji yang kini memasuki hari ke-24.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 395 kelompok terbang (kloter) dengan total 152.724 jemaah dan 1.977 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi.
Sementara itu, pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah juga terus berlangsung bertahap. Hingga kini, sebanyak 353 kloter dengan 136.422 jemaah dan 1.765 petugas telah tiba di Makkah.
Adapun kedatangan jemaah haji gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, tercatat mencapai 120 kloter dengan 45.914 jemaah dan 481 petugas.
Sebanyak 10.535 jemaah haji khusus telah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal yang ditetapkan.
Puncak haji akan berlangsung pada 26 Mei 2026 di Arafah dan seluruh jemaah dijadwalkan kembali ke Indonesia paling lambat 1 Juli 2026.
Baca tanpa iklan