News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ibadah Haji 2026

Intip Pabrik Parfum Berusia 150 Tahun di Taif, Sanggup Suling 600 Ribu Mawar Sekaligus

Penulis: Sri Juliati
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PABRIK BUNGA MAWAR - Abdullah menunjukkan gentong-gentong kaca yang terisi air penyulingan bunga mawar di Rashid Al Qurashei Factory, Al-Hada, Taif, Saudi Arabia, Rabu (10/6/2026). Media Center Haji 2026

Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji 2026 dari Arab Saudi, Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM - Kota Taif, Arab Saudi, tak hanya terkenal dengan panorama pegunungan yang indah dan udara sejuk yang menyegarkan. 

Kota yang berjarak sekitar 90 kilometer dari Makkah ini juga dikenal sebagai Kota Mawar karena hamparan bunga mawar yang tumbuh subur di kawasan Wadi Mahram hingga pegunungan Al-Shafa.

Keharuman mawar Taif bahkan telah mendunia dan menjadi bahan baku berbagai parfum mewah internasional.

Setiap tahunnya, Taif menghasilkan jutaan kuntum mawar setiap tahunnya yang kemudian diolah menjadi minyak mawar atau attar serta air mawar.

Tak heran jika kota ini memiliki banyak pabrik penyulingan mawar dan parfum. 

Salah satu yang paling terkenal adalah pabrik parfum dan penyulingan mawar Rashid Al Qurashei  yang berada di kawasan Al-Hada, Taif.

Pabrik yang diperkirakan berusia sekitar 150 tahun ini telah dikenal luas sebagai produsen air mawar dan minyak mawar Taif berkualitas tinggi.

Sang pemilik, Abdullah menjelaskan, pabrik ini menggunakan metode penyulingan tradisional untuk mengekstrak esensi dari bunga mawar yang dipanen.

Dari pantauan Tribunnews.com yang tergabung dalam tim Media Center Haji (MCH) 2026, puluhan bejana untuk penyulingan tertata rapi di atas tungku.

Baca juga: Menelusuri Jejak Abdullah bin Abbas di Taif, Destinasi Favorit Jemaah Haji usai Puncak Ibadah

"Setiap bejana, mampu menampung 30 ribu hingga 35 ribu bunga mawar," kata Abdullah atau yang karib disapa Dul, Rabu (10/6/2026).

Proses penyulingan, lanjut Dul, membutuhkan waktu antara enam hingga delapan jam tanpa henti. 

Selama proses berlangsung, alat penyulingan tidak boleh mati agar kualitas hasil akhirnya tetap terjaga.

"Setelah selesai, air mawar akan berada di bawah dan minyak mawar atau attar di atas," ujar Dul sembari menunjukkan alat penyulingan.

Hasil penyulingan mawar tersebut kemudian diolah menjadi berbagai produk.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini