TRIBUNNEWS.COM, TOKYO --- Perdana Menteri Jepang Naoto Kan menyatakan, pemerintahnya siap menyambut kedatangan Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak yang akan mengunjungi Jepang pada pertengahan Desember mendatang.
Sebagaimana dilansir NHK, pertemuan itu akan dihadiri kalangan legislatif Jepang. Maksud pertemuan itu untuk membicarakan sejumlah perjanjian, diantaranya kerjasama antara Korsel, Jepang dan AS terkait upaya menanggulangan serangan Korea Utara (Korut).
Kan mengatakan, Jepang akan bekerja sama dengan Korsel dan AS untuk menghadapi Korut. Berikut bekerja sama menyetujui perjanjian dengan Korsel terkait pengembalian artefak kebudayaan Korea yang masih berada di tangan Negeri Matahari Terbit.
Krisis di Korea bermula ketika Utara menembakkan puluhan peluru roket
artileri ke pulau Yeonpyeong, dekat ke perbatasan laut antara kedua
negara, hari Selasa (23/11/2010 siang waktu setempat. Akibatnya, dua
warga sipil Korea Selatan dan dua marinir terbunuh. Hal ini , menyulut
pengunduran diri menteri pertahanan Korea Selatan dan protes marah di
Korea Selatan.
Pihak Korut melakukan serangan ke Yeonpyeong
karena adanya latihan militer antara AS dan Korsel di pulau itu. Usai
penyerangan, Korut mengancam akan kembali menyerang Korsel jika AS dan
Korsel menggelar latihan militer.
"Kami akan melancarkan
tindakan keras militer terhadap provokasi yang melanggar wilayah
perairan kami," kata kantor berita KCNA Korea Utara yang dikendalikan
pemerintahnya.
Pada Minggu (28/11/2010), kapal induk USS George Washington dan empat
kapal angkatan laut AS lainnya, tiba di Korsel. Pesawat ini tiba bersama
sejumlah kapal perusak, kapal patroli, frigat, kapal pendukung and
pesawat terbang antikapal-selam dari Korea Selatan.
Presiden Korsel Lee ke Jepang Minta Bantuan
Editor: OMDSMY Novemy Leo
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan