TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pernyataan Mantan Menteri Penerangan Malaysia Tun Sri Zainudin Mahidin, bahwa rakyat Malaysia juga sangat memuja mantan Presiden Soeharto, menunjukkan bukti adanya hubungan baik dan erat antara dua negara serumpun.
Hasil penelusuran Tribunnews.com, Kampong Soeharto yang terletak di Selangor, mulanya bernama Felda Sungai Dusun. Sebuah perkampungan yang mulai dikembangkan pada tahun 1962 dengan tanaman utama kelapa sawit. Pada tahun 1966, sebanyak 119 orang penjelajah telah diterima di program ini yang dinamakan Lembaga Kemajuan Tanah Rancangan Sungai Dusun.
Pada 18 Maret 1970, Presiden RI, Soeharto, melakukan kunjungan ke Felda Sungai Dusun. Tujuan kunjungannya adalah untuk melihat efektivitas Program Pembangunan Pedesaan di bawah manajemen FELDA (LKTP) yang diberikan Pemerintah Malaysia. Bersamaan dengan kunjungan Soeharto itu, nama Sungai Dusun diubah menjadi Felda Soeharto.
Kehadiran penjelajah bertambah dari tahun ke tahun sehingga berjumlah sebanyak 653 orang. Felda Soeharto dikuasai seorang Manajer dan Kepala Penjelajah.
Penduduk Felda Soeharto terdiri dari Melayu (Kedah, Kelantan, Johor, Penang, Perak), Jawa, Banjar dan India dari seluruh negeri di Malaysia. Keluarga Melayu adalah mayoritas sedangkan keluarga India hanya 21 keluarga saja.
Sehingga tahun 1997, Felda Soeharto telah berubah pemerintahannya ke JKKK Kampong Soeharto di bawah administrasi Kantor Daerah Hulu Selangor. Saat inilah manajemen JKKK di bawah pimpinan Pak Harun b Jamaludin, banyak fasilitas dibawa masuk seperti padang futsal, Balairaya setiap cabang, selokan, lampu jalan dan sebagainya.
Pada tahun 2007 administrasi Kampong Soeharto diserahkan kembali ke Felda. (*)
Sumber: mbfmsoeharto.blogspot.com
Baca tanpa iklan