TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.562 pada Kamis (4/6/2026).
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyatakan bahwa negaranya masih menunggu kedatangan tim negosiasi Amerika Serikat yang hingga kini belum juga berkunjung ke Kyiv.
Menurutnya, komunikasi dengan pihak Amerika terus berlangsung, namun kunjungan yang telah lama dibahas belum terealisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Zelenskyy saat konferensi pers bersama Mark Rutte di Kyiv pada 3 Juni.
"Kami terus berhubungan dengan pihak Amerika mengenai para negosiator kami. Kami menunggu kedatangan tim negosiasi, tetapi menurut saya sudah terlalu lama. Sayangnya, saat ini kami bukan fokus utama. Saya melihat Iran menjadi isu nomor satu bagi Amerika Serikat, kemudian baru Ukraina," kata Zelenskyy, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, meningkatnya perhatian Washington terhadap konflik di Timur Tengah, terutama yang berkaitan dengan Iran, membuat proses diplomasi terkait perang Rusia-Ukraina tidak lagi menjadi prioritas utama pemerintah AS.
Ukraina Ingin AS dan Eropa Duduk Bersama di Meja Perundingan
Zelenskyy menegaskan bahwa Amerika Serikat masih menjadi negara yang memiliki pengaruh paling besar untuk menekan Presiden Rusia, Vladimir Putin, agar menghentikan perang.
Karena itu, ia menilai skenario terbaik bagi Ukraina adalah melibatkan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa secara bersamaan dalam proses perundingan damai.
"Saya benar-benar percaya bahwa format terkuat adalah Amerika Serikat bersama perwakilan Eropa. Perang ini terjadi di benua Eropa, sehingga kehadiran Eropa dalam perundingan sangat penting bagi kami," ujar Zelenskyy.
Ia juga menekankan bahwa sebagai negara yang sedang mengupayakan keanggotaan di Uni Eropa, Ukraina ingin suara negara-negara Eropa tetap memiliki peran dalam setiap keputusan yang menyangkut masa depan kawasan tersebut, lapor Suspilne.
Baca juga: Ukraina Lancarkan Serangan Drone Besar-besaran ke Rusia, Dekati Forum Ekonomi Andalan Putin
Zelenskyy Siap Berunding Langsung dengan Putin
Dalam kesempatan yang sama, Zelenskyy kembali menegaskan kesiapannya untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Putin jika langkah tersebut dapat membantu mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
"Saya siap untuk bernegosiasi langsung dengan Putin demi mengakhiri perang ini. Mengapa kami harus menunggu giliran ketika konflik-konflik lain di dunia diselesaikan terlebih dahulu?" kata Zelenskyy.
Ia menegaskan bahwa mengakhiri perang tetap menjadi prioritas utama Ukraina dan karena itu Kyiv terbuka terhadap berbagai format perundingan yang dapat menghasilkan perdamaian.
Ukraina Sudah Lama Mengundang Delegasi AS
Pemerintah Ukraina sebenarnya telah berulang kali mengundang delegasi Amerika Serikat untuk datang ke Kyiv.
Pada 3 April lalu, Zelenskyy mengusulkan pertemuan tingkat teknis dengan delegasi AS sebagai alternatif dari format perundingan trilateral yang lebih sulit dilaksanakan akibat berbagai perkembangan geopolitik.
Baca tanpa iklan