TRIBUNNEWS.COM - Rusia disebut mulai memanfaatkan melemahnya persediaan rudal pencegat Barat untuk meningkatkan tekanan terhadap Ukraina.
Dilansir The Guardian, Kremlin melihat adanya celah pertahanan yang muncul akibat menipisnya stok sistem Patriot, senjata utama yang selama ini menjadi tameng Ukraina menghadapi rudal balistik Rusia.
Peringatan tersebut muncul setelah Moskow melancarkan salah satu serangan udara terbesar sejak perang dimulai.
Dalam serangan terbaru, Rusia menembakkan 73 rudal dan hampir 700 drone ke berbagai wilayah Ukraina.
Gelombang serangan itu menyasar infrastruktur penting, jaringan energi, serta sejumlah fasilitas strategis yang selama ini menjadi target utama Kremlin.
Di tengah serangan yang terus meningkat, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kembali mendesak Washington agar segera mengirim tambahan rudal pencegat.
Permintaan itu bukan hal baru.
Namun, kali ini muncul ketika persediaan Patriot global sedang berada dalam tekanan terbesar selama bertahun-tahun.
Perang Iran Jadi Pemicu Krisis Global
Baca juga: Bekingi Israel Habis-habisan, Stok Rudal Pencegat THAAD Milik AS Kini Kritis Tersisa Separuh
Akar persoalan bermula dari konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Perang tersebut memaksa AS dan sekutunya menembakkan ribuan rudal pencegat untuk menghadang serangan balistik Iran di kawasan Timur Tengah.
Menurut sejumlah estimasi yang dikutip dari The Guardian, konflik tersebut telah menghabiskan hampir sepertiga stok rudal Patriot yang tersedia.
Negara-negara Teluk menjadi pengguna terbesar selama konflik berlangsung.
Mereka dilaporkan telah menembakkan lebih dari 1.100 rudal pencegat untuk menghadapi ancaman rudal Iran.
Ancaman itu bahkan belum sepenuhnya hilang.
Baca tanpa iklan