News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kapal Costa Concordia Tenggelam

Istri Kapten Costa Concordia: Suami Saya Bukan Monster

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Detik-detik tenggelamnya Kapal pesiar mewah Costa Concordia setelah menabrak batu karang di lepas pantai Tuscan, Italia, Sabtu (14/1/2012) malam. Setelah menumbuk karang, lambung kapal robek sekitar 90 meter yang membuat air merangsek ke kabin kapal.

TRIBUNNEWS.COM - Istri Kapten Kapal Costa Concordia, Francesco Schettino yang dituding sebagai pengecut karena meninggalkan kapal, membela suaminya bukanlah seorang 'monster' seperti gambaran yang diciptakan oleh media.

Menurut Fabiola Russo, suaminya hanyalah kambing hitam yang disalahkan dalam insiden tenggelamnya kapal Costa Concordia, di perairan dekat Pulau Isola del Giglio, Italia beberapa pekan silam.

"Suami saya menjadi sasaran media yang belum pernah terjadi sebelumnya secara global," kata Russo dalam wawancara dengan majalah Italia, Oggi, seperti dikutip dari ABCnews, Rabu (25/1/2012).

"Saya tidak habis pikir, dalam tragedi itu seseorang diperlakukan secara kasar seperti itu. Ia dijadikan target pemburuan, orang mencari kambing hitam. Ini memalukan," lanjutnya.

Dalam wawancara tersebut, Fabiola yang berusia 48 tahun tersebut, juga tak setuju dengan gelar pengecut yang dianugrahkan kepada suaminya, oleh awak media.

"Dia tahu bagaimana melakukan pekerjaannya, tapi terkadang mereka membuat kesalahan, jika ia memang membuat kesalahan, ia itu orang yang cepat mengambil keputusan, stabil dan jelas, dia mampu menganalisis situasi, memahami dan tahu bagaimana mengelolanya," katanya.

Seperti diketahui, Costa Concordia karam pada 13 Januari lalu, setelah menabrak karang di dekat Pulau Isola del Giglio. Sedikitnya 4.200 orang ada di atas kapal saat itu.

Dituding kapal Costa Concordia celaka, dikarenakan kesalahan sang kapten kapal yang mengemudi hingga dekat dengan darataan. Ia melakukan hal tersebut diduga karena ingin memamerkan kapalnya kepada penduduk pulau.

Selain dituding bertanggung jawab atas karam kapal yang dikemudikannya, Francesco dituding ciut nyali, karena meninggalkan kapal dan meninggalkan ribuan orang penumpangnya terjebak di dalam kapal yang mulai karam.

Berdasarkan rekaman percakapan diantara dirinya dengan petugas pelabuhan Italia, Francesco sempat menolak 10 kali, untuk kembali ke atas kapal untuk memimpin upaya penyelamatan.

Akibatnya, hingga saat ini, 16 orang dinyatakan tewas, dan 16 lainnya masih hilang.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini