TRIBUNNEWS.COM - Istri Kapten Kapal Costa Concordia, Francesco Schettino yang dituding sebagai pengecut karena meninggalkan kapal, membela suaminya bukanlah seorang 'monster' seperti gambaran yang diciptakan oleh media.
Menurut Fabiola Russo, suaminya hanyalah kambing hitam yang disalahkan dalam insiden tenggelamnya kapal Costa Concordia, di perairan dekat Pulau Isola del Giglio, Italia beberapa pekan silam.
"Suami saya menjadi sasaran media yang belum pernah terjadi sebelumnya secara global," kata Russo dalam wawancara dengan majalah Italia, Oggi, seperti dikutip dari ABCnews, Rabu (25/1/2012).
"Saya tidak habis pikir, dalam tragedi itu seseorang diperlakukan secara kasar seperti itu. Ia dijadikan target pemburuan, orang mencari kambing hitam. Ini memalukan," lanjutnya.
Dalam wawancara tersebut, Fabiola yang berusia 48 tahun tersebut, juga tak setuju dengan gelar pengecut yang dianugrahkan kepada suaminya, oleh awak media.
"Dia tahu bagaimana melakukan pekerjaannya, tapi terkadang mereka membuat kesalahan, jika ia memang membuat kesalahan, ia itu orang yang cepat mengambil keputusan, stabil dan jelas, dia mampu menganalisis situasi, memahami dan tahu bagaimana mengelolanya," katanya.
Seperti diketahui, Costa Concordia karam pada 13 Januari lalu, setelah menabrak karang di dekat Pulau Isola del Giglio. Sedikitnya 4.200 orang ada di atas kapal saat itu.
Dituding kapal Costa Concordia celaka, dikarenakan kesalahan sang kapten kapal yang mengemudi hingga dekat dengan darataan. Ia melakukan hal tersebut diduga karena ingin memamerkan kapalnya kepada penduduk pulau.
Selain dituding bertanggung jawab atas karam kapal yang dikemudikannya, Francesco dituding ciut nyali, karena meninggalkan kapal dan meninggalkan ribuan orang penumpangnya terjebak di dalam kapal yang mulai karam.
Berdasarkan rekaman percakapan diantara dirinya dengan petugas pelabuhan Italia, Francesco sempat menolak 10 kali, untuk kembali ke atas kapal untuk memimpin upaya penyelamatan.
Akibatnya, hingga saat ini, 16 orang dinyatakan tewas, dan 16 lainnya masih hilang.
Baca tanpa iklan