News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Film Innocence of Muslims

Yordania Blokir Akses Film Innocence of Muslims

Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus Aceh berorasi di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Rabu (19/9/2012). Dalam aksi itu mereka mengecam keras Innocence of Muslim. (SERAMBI/BUDI FATRIA)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemilik situs berbagi video di dunia maya, Youtube.com, Google telah setuju untuk memblokir semua link yang terkait dengan film Innocence of Muslims di Yordania, Sabtu (22/9/2012), waktu setempat.

"Kami telah meminta Google untuk memblokir semua link ke film itu di negara kami, dan hal itu telah direspon dengan baik," ujar Menteri Komunikasi Informasi dan Teknologi Yordania, seperti dikutip dari Channelnewsasia, Minggu (23/9/2012).

Namun sejumlah wartawan di ibukota Yordania, Amman, bagaimanapun, masih dapat mengakses film tersebut pada Sabtu pagi.

Film beranggaran rendah, karya sutradara Amerika Serikat (AS), Sam Bacile, telah melahirkan gelombang kemarahan, dan aksi demonstrasi anti-Amerika di sejumlah negara mayoritas muslim di seluruh dunia, dikarenakan dinilai telah menghina nabi Muhammad.

Setidaknya sudah 30 orang tewas, dalam aksi unjuk rasa menentang film anti Islam, Innocence of Muslims, di seluruh dunia, termasuk diantaranya adalah Duta Besar Amerika Serikat (AS), untuk Libya, Chris Stevens. Ia tewas berserta tiga orang stafnya yang juga merupakan warga AS.

Google, di hari Rabu kemarin mengatakan, telah memblokir akses film Innocence of Muslims di negara-negara yang dianggap ilegal oleh otoritas lokal, seperti India, Indonesia, Malaysia dan Arab Saudi.

Minggu lalu YouTube telah memblokir akses di Mesir dan Libya setelah kerusuhan di negara-negara tersebut. Sejumlah negara termasuk Pakistan dan Sudan, telah memblokir akses ke film itu sendiri. (channelnewsasia)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini