''Dalam usaha kami,'' tambahnya, ''kami tidak mencari untuk delegitimasi sebuah negara yang ada - yaitu Israel - melainkan untuk menegaskan negara yang harus direalisasikan - yaitu Palestina.''
Saat ini, Organisasi Pembebasan Palestina, PLO, hanya memiliki status ''pengamat permanen''. Tahun lalu, sebuah proposal untuk mendapatkan keanggotaan penuh gagal karena kurang dukungan di Dewan Keamanan PBB.
Perubahan akan membuat Palestina bisa berpartisipasi dalam perdebatan di Sidang Umum PBB. Keanggotaan penuh juga bisa meningkatkan peluang Palestina untuk bergabung dengan sejumlah badan PBB dan Mahkamah Kriminal Internasional.
Tahun lalu, Palestina bergabung dengan badan kebudayaan PBB, Unesco, meski ada tentangan dari Israel dan AS.
Abbas dalam pidatonya juga mengungkapkan pembangunan Israel di sekitar Yerusalem Timur sebagai ''kampanye pembersihan etnis terhadap warga Palestina melalui penghancuran rumah-rumah mereka.''
Baca tanpa iklan