Meskipun berhasil selamat, Sylvestre mengaku mengalami luka tembak di dua bagian tubuh.
Ia tertembak di bagian kaki dan juga bagian badan.
Sylvestre menceritakan bahwa ada sebuah peluru yang mengarah langsung ke bagian tulang rusuknya.
Untungnya, ia hanya mengalami goresan, peluru tidak bersarang di dalam tubuh.
Ia menduga bahwa jaket tebal yang dipakainya menyelamatkan dari luka berat.
Jaketnya memang cukup tebal sehingga mampu mengurangi kecepatan peluru.
"Saya tidak ingin ini terjadi kepada siapa saja," ujarnya.
Di stadion Stade de France saat itu sebenarnya sedang berlangsung pertandingan sepakbola persahabatan antara Perancis melawan Jerman.
Dalam stadion, hadir Presiden Perancis Francois Hollande dan 80.000 penonton.
Hollande berhasil dievakuasi beberapa saat setelah ledakan bom terdengar dari arah luar stadion.
Kompas.com
Baca tanpa iklan