Mereka kemudian berjalan kaki hingga bertemu sebuah keluarga Rohingya yang menawarkan tempat berteduh.
Banyaknya pengungsi Rohingya yang mengaku diperkosa tentara memunculkan kekhawatiran bahwa militer Myanmar secara sistematis menggunakan kekerasan seksual terhadap etnis Rohingya.
Kekerasan yang terjadi itu mengakibatkan ribuan orang Rohingya memilih untuk melarikan diri, memicu pernyataan resmi PBB yang menyebut Myanmar tengah melakukan pembersihan etnis.
Baca tanpa iklan