"Saya selalu mencintainya, namun tadinya saya pikir kami tidak diperbolehkan menikah. Ayah saya berkata tidak dari jauh hari. Namun, sekarang setelah imam dan pastor bersepakat, tidak buruk baginya."
Pertemuan sepasang pengantin
Saat malam tiba, Sally menumpang perahu menyusuri Sungai Nil untuk mengunjungi penata rambut.
Beberapa jam kemudian, dia muncul dengan paras yang berbeda dari perempuan yang dikenal semua orang.
"Saya sangat percaya diri. Saya sangat cantik sekarang," ujarnya dengan nada penuh keyakinan.
Sally terlihat anggun, kerudung dan busananya dibalut sulaman.
Sesaat menjelang tengah malam, mobil Akram menjemput Sally dari salon.
"Dia telat tiga jam!" pekik Sally kepada teman-temannya.
Di luar salon, Akram merapihkan dasinya dan menyisir rambutnya.
"Ini pertama kali saya memakai jas. Sangat tidak nyaman! Saya tidak sabar kembali mengenakan jellabia seusai menari," ujarnya.
Sebelum Akram masuk ke salon, gendang-gendang yang terbuat dari kulit kambing dibagikan ke teman-temannya yang membentuk lingkaran.
Suasana hening saat Akram masuk salon. Namun, pekikan dan riuh tepuk tangan membahana ketika kedua mempelai muncul dari dalam salon seraya bergandengan.
Awalnya, tarian dilakukan terpisah. Tamu-tamu mempelai perempuan mengelilingi Sally sembari berhati-hati agar gaunnya tidak terinjak.
Di samping para perempuan, pria-pria mengusung Akram dan melemparkannya ke udara seirama dengan tabuhan gendang.
"Inilah bagian terbaiknya!" teriak Akram, kegirangan.
Baca tanpa iklan