News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Shamima Begum: Seperti apa kehidupan pasutri ISIS di Suriah?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Shamima Begum mengatakan dirinya bergabung ke dalam kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) karena mencari kehidupan keluarga yang sempurna. Di Raqqa, sesaat setelah tiba di Suriah empat tahun lalu, dia menikah dengan ekstremis bersenjata asal Belanda, Yago Riedijk.

Saat itu Shamima berumur 15 tahun dan Yago 23 tahun. Jika pernikahan itu berlangsung di Inggris, Yago akan dijerat hukum soal pelanggaran seksual.

Yago kini duduk di samping saya pada sebuah kursi plastik kuning di pusat penahanan Kurdi. Para penjaga baru saja melepaskan borgol pria yang sekarang berusia 27 tahun itu.

Yago meminta saya, jika saya bertemu Shamima, untuk "mengatakan bahwa saya mencintainya dan harap bersabar".

"Semoga kami bisa segera bersama kembali dan keadaannya akan berakhir dengan baik - semoga."

Tetapi sepertinya itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Selama satu jam, Yago menyampaikan gambaran kontras tentang kehidupan rumah tangga dan teror yang terjadi di luar.

ISIS diusir dari Raqqa, ibu kota de facto "khilafah" pada bulan Oktober 2017.

Dia mengatakan dirinya memisahkan urusan rumah tangga dan kondisi di luar rumah.

Dia juga mengklaim istrinya—meskipun pernyataan terbuka Shamima sendiri berbeda—tidak mengetahui kejahatan ISIS.

"Saya menaruh dia ke dalam sebuah tempurung pelindung," katanya.

"Saya tidak memberikan informasi apapun tentang kejadian di luar. Masalah yang saya hadapi, berbagai bahaya.

"Dia hanya duduk di dalam, merawat rumah tangga sementara saya berusaha.

"Memberi dia makanan, makanan untuk saya. Berusaha tidak terlibat masalah. Berusaha tidak dibunuh pihak intelijen.

"Mengambil keputusan yang dapat mengubah kehidupan kami, berusaha agar kami aman."

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini