Masa depan pasukan yang tersisa ini tidak pasti.
AS berharap hubungannya dengan pasukan keamanan Irak masih jauh dari selesai, tetapi banyak di Irak berpikir Amerika telah melampaui sambutannya.
Pembunuhan AS terhadap komandan Iran Qasem Soleimani di Irak awal tahun ini semakin mengguncang dinamika yang rapuh.
Jenderal Soleimani, kepala pasukan elit di IRGC, tewas pada 3 Januari dalam serangan pesawat tak berawak AS di dekat bandara Baghdad, bersama dengan Abu Mahdi al-Muhandis, wakil komandan PMF Irak.
Itu menyebabkan pemilihan di parlemen Irak untuk mengusir semua pasukan asing, terutama Amerika, dari negara itu.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan