News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Dilema Kepemimpinan Inggris, PM Boris Johnson Masih Terbaring di ICU karena Covid-19

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Boris Johnson

Pemerintah Inggris kini menghadapi keputusan yang amat penting, salah satunya adalah kapan mencabut lockdown di Inggris.

Johnson (55) sebelumnya memimpin keputusan itu dan mengomunikasikan langkah-langkah pemerintah kepada publik Inggris pada briefing harian.

Selama sehat, dia selalu mengatakan semua rencananya dengan gaya yang khas.

Sedangkan Raab adalah figur yang tidak terlalu banyak terlihat dalam pemerintahan.

Dia lebih banyak fokus pada cara mengevakuasi warga Inggris di luar negeri dan lainnya.

Raab terkenal karena pandangan garis keras pada Brexit, dan inilah yang membantunya meraih jabatan di kabinet pro-Brexit PM Johnson.

Para pejabat pemerintahan Inggris mengatakan saat ini Raab akan bekerja dari Kantor Luar Negeri.

Dia akan memimpin pertemuan tentang keamanan nasional.

Meskipun dalam keadaan darurat, kabinet akan tetap membuat keputusan secara kolektif.

Masih melansir dari New York Times, meski Raab ditunjuk langsung oleh Johnson untuk menggantikannya, tapi Menlu ini dinilai sebagai menteri yang ambisius.

Sementara itu mantan saingan Johnson dan menteri kabinet senior, Michael Gove menjadi wajah baru pemerintahan Inggris pada Selasa lalu.

Sedangkan menteri lainnya, seperti halnya kanselir Menteri Keuangan, Rishi Sunak dan sekretaris kesehatan Matt Hancock sedang memimpin bagian terpenting penanganan virus corona.

Jika Raab dirasa tidak mampu, maka pejabat lainnya menilai Sunak akan maju menjadi pemimpin de facto.

Sebagai kanselir dan Menkeu, dia mendapat respon bagus untuk meluncurkan paket stimulus untuk menyelamatkan ekonomi di bawah lockdown.

"Kabinet harus menunjukkan kesatuan tujuan, tanpa pertengkaran atau pengarahan terhadap satu sama lain, dan menempatkan kepentingan nasional lebih dahulu," kata David Lidington, mantan wakil PM pendahulu Johnson, Theresa May.

Hingga saat ini, belum ada pemerintah Eropa lainnya yang begitu dirisaukan oleh virus ini.

Akan tetapi, sebelum Johnson tumbang pun analis politik sudah menilai bahwa kabinet PM ini lemah.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini