Bahkan Park sering disebut kandidat potensial untuk menggantikan Presiden Moon Jae-in di pemilihan berikutnya.
Menurut AFP, Park mengaku dia punya ambisi untuk maju di putaran presiden Korsel.
Park memiliki latar belakang yang mirip dengan Moon, sebagai aktivis mahasiswa di masa kediktatoran militer Korea Selatan dan kemudian seorang pengacara hak asasi manusia.
Dia dikeluarkan dari Universitas Nasional Seoul hanya sebulan setelah masuk, tepatnya di 1975.
Baca: Sekolah di Korea Selatan Batal Dibuka karena Gelombang Kedua Wabah Corona dari Klub Malam Seoul
Baca: Lonjakan Kasus Infeksi Covid-19 di Seoul Didominasi Pengunjung Klub Malam
Lantaran Park andil dalam protes melawan presiden Korsel saat itu, Park Chung-hee dan dipenjara selama empat bulan.
Singkat cerita, Park sering mengikuti gerakan rakyat untuk mendukung reformasi Korea Selatan.
Park memulai debutnya di dunia politik saat mengikuti pemilihan wali kota Seoul pada 2011 sebagai kandidat independen.
Dalam perjalanan kariernya, Park mendapat reputasi sebagai atasan yang gila kerja.
Hingga muncul laporan sejumlah pegawai pemerintah Seoul yang bunuh diri karena tekanan pekerjaan.
Sebelum ditemukan meninggal, seorang mantan pegawainya mengajukan keluhan ke polisi dan menuduhnya melakukan pelecehan seksual pada Rabu (8/7/2020).
(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)