TRIBUNNEWS.COM - Presiden Iran Hassan Rouhani mengklaim 35 juta orang Iran mungkin terpapar virus corona.
Pernyataan itu dilontarkan Rouhani mengingat Iran belum memiliki 'kekebalan kawanan', meski pun seperempat populasi kemungkinan sudah terinfeksi.
“Perkiraan kami sampai sekarang, 25 juta orang Iran telah terinfeksi virus ini,” ungkap Rouhani dalam pertemuan yang disiarkan TV, Sabtu (18/7/2020).
Pernyataan itu dilontarkan Rouhani mengingat Iran belum memiliki 'kekebalan kawanan', meski pun seperempat populasi kemungkinan sudah terinfeksi.
“Perkiraan kami sampai sekarang, 25 juta orang Iran telah terinfeksi virus ini,” ungkap Rouhani dalam pertemuan yang disiarkan TV, Sabtu (18/7/2020).
Baca: Lebih Lambat dari Indonesia, Timnas U-19 Iran Belum Punya Pelatih untuk Piala Asia U-19 2020
Baca: Rudal-rudal Balistik Iran Disiagakan Pasca-Sejumlah Insiden Ledakan di Objek Vital
“Kami harus mempertimbangkan kemungkinan 30 hingga 35 juta lebih (warga Iran) menghadapi infeksi,” terang Rouhani, yang dikutip Tribunnews dari Al Jazeera.Jumlah itu yang menurut Rouhani berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, jauh lebih tinggi dari angka resmi per Sabtu (19/7/2020) untuk kasus infeksi yakni 271.606, atau sesuai dengan lebih dari 30% dari populasi Iran 80 juta.
Namun Rouhani tidak menjelaskan detail perbedaan jumlah kasus itu ke publik saat pidato di televisi, seperti dilansir Reuters, Minggu (19/7/2020).
Namun Rouhani tidak menjelaskan detail perbedaan jumlah kasus itu ke publik saat pidato di televisi, seperti dilansir Reuters, Minggu (19/7/2020).
Baca: Insiden Ledakan di Fasilitas Nuklir Iran, Israel: Tak Setiap Insiden di Iran Terkait dengan Kami
Kekebalan Kawanan
Tampaknya, ini kali pertama pejabat senior Iran mengindikasi negara tersebut berusaha mengalahkan Covid-19 dengan kekebalan kawanan.
“Kami belum mencapai kekebalan kelompok dan tidal punya pilihan selain bersatu dan memutus rantai penularan virus corona,” tambahnya.
Tampaknya, ini kali pertama pejabat senior Iran mengindikasi negara tersebut berusaha mengalahkan Covid-19 dengan kekebalan kawanan.
“Kami belum mencapai kekebalan kelompok dan tidal punya pilihan selain bersatu dan memutus rantai penularan virus corona,” tambahnya.
Baca: Menteri Luar Negeri Nigeria Positif Terinfeksi Virus Corona
Iran Harus Bersiap Gandakan Jumlah Rawat InapLebih lanjut, Rouhani menerangkan, Iran mungkin harus bersiap menggandakan jumlah rawat inap.
Iran telah berjuang menahan wabah virus terburuk di Timur Tengah sejak mengumumkan kasus pertamanya pada pertengahan Februari 2020.
Iran tak melakukan lockdown penuh, tetapi menutup sekolah, dan membatalkan pertemuan publik serta melarang perjalanan antara provinsi pada Maret kemarin.
Pada bulan berikutnya, Iran mencabut lockdown dan membuka kembali perekonomiannya.
Baca: Antisipasi Virus Corona, Presiden Iran Hassan Rouhani Larang Warganya Gelar Pesta Pernikahan
Baca: Bayi 10 Bulan di Pekanbaru Sembuh dari Corona, Sempat Rawat Inap Seminggu
Sebagaimana diketahui, virus corona telah menwaskan lebih dari 600.000 orang.Covid-19 felah dilaporkan menginfeksi hampir 15 juta orang di seluruh dunia.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan