Mendakwahkan ajaran agama lain ke kalangan Muslim merupakan perbuatan terlarang di Malaysia. Pemeluk Islam yang hendak beralih ke agama lain pun wajib memohon izin kepada mahkamah syariah dan menyatakan diri sebagai seorang murtad.
"Kami, termasuk anggota keluarga yang Kristen, sering nasehati dia. Jangan ajak-ajak orang. Kalau memang sudah nyaman dengan agamamu, jalani saja," kata Elisabeth.
"Jangan terlalu mencolok mengajak orang, bagaimana kalau ada orang yang tidak suka?" ujarnya mengulang sejumlah anjuran yang diarahkan kepada Ruth.
Sebelum Ruth hilang, Elisabeth mengaku pernah mendengar desas-desus tentang kelompok yang gusar pada aktivitas kakaknya dan Joshua.
Namun Ruth tak pernah tampak gelisah atau cemas saat bertemu maupun bertukar kabar lewat telepon dengan Elisabeth.
"Dia tidak pernah mengeluh. Ceritanya senang-senang. Dia tawari kami pergi ke sana. Nanti pulang kami yang ongkosi, kata dia. Dia tidak pernah cerita kesedihan atau ketakutannya," ucap Elisabeth.
November 2016, kekhawatiran Elisabeth terhadap Ruth memuncak. Seorang keponakan yang tinggal di Malaysia mengabarkan tak bisa lagi berkontak dengan Ruth.
Rumah Ruth dan Joshua di Petaling Jaya, Selangor, pun tutup.
Kini 45 bulan telah berlalu sejak Elisabeth pertama kali mendengar Ruth hilang. Selama periode itu dia telah mengadu ke kepolisian, bersaksi di Suhakam, dan meminta pertolongan Kementerian Luar Negeri Indonesia.
Namun keberadaan Ruth tetap belum terang.
"Bagaimanapun kondisi Kak Ruth sekarang, seandainya dia sudah tidak ada, yang penting kami tahu kejelasannya," kata Elisabeth.
"Kalaupun kakak saya salah, tolong maafkan dan kembalikan ke keluarganya karena dia masih punya keluarga.
"Kami sangat rindu dengannya. Jangan dihilangkan seperti ini. Dia manusia, dia punya hak untuk hidup," ujar Elisabeth.