TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Tim Kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan perwakilan Partai Republik di Georgia menggugat Dewan Pemilihan Chatham County terkait penghitungan suara.
Tim Kampanye Trump menuntut Chatham County memisahkan dan mengamankan surat suara yang terlambat tiba untuk memastikannya tidak dihitung.
Gugatan, yang diajukan terhadap Dewan Pemilihan Chatham County, meminta hakim memerintahkan wilayah itu mengamankan dan mempertanggungjawabkan surat suara yang diterima setelah pukul 19.00 pada Hari Pemilihan. Demikian menurut dokumen pengadilan yang dirilis oleh tim kampanye, seperti dilansir Reuters, Kamis (5/11/2020).
Baca juga: Menimbang-nimbang Siapa Capres AS yang Lebih Menguntungkan Buat Indonesia: Biden Atau Trump
"Presiden Trump dan timnya berjuang untuk kebaikan bangsa untuk menegakkan aturan hukum, dan hukum Georgia sangat jelas: untuk menghitung secara hukum, surat suara harus diterima pada pukul 19.00 pada Hari Pemilihan," kata wakil manajer kampanye Justin Clark dalam sebuah pernyataan.
Tim Kampanye Trump telah melancarkan serangan hukum di beberapa negara bagian ‘medan perang’ setelah pemilihan presiden 3 November yang ketat.
Baca juga: Enggan Mengaku Kalah, Mantan Dubes AS Sebut Trump Bertindak Memalukan dan Mulai Berfantasi Menang
Tim Kampanye ini telah meminta campur tangan Mahkamah Agung AS untuk menunda tentang penghitungan suara di Pennsylvania, negara kunci lain yang masih menghitung ratusan ribu surat suara.
Pihaknya juga mengatakan telah mengajukan gugatan hukum di Michigan dan Pennsylvania yang berusaha menghentikan penghitungan suara, dengan alasan bahwa para pejabat telah gagal mengizinkan akses yang adil ke penghitungan suara.
"Tim Kampanye Trump mengajukan sejumlah tuntutan hukum tanpa manfaat di seluruh negeri. Jangan tertipu," kata pengacara Partai Demokrat Marc Elias di Twitter.
"Mereka tahu mereka telah kehilangan (kalah),” jelasnya. (Reuters)